Mutiara Ramadan Nasaruddin Umar: Tingkat Sabar Terendah, Memaafkan tapi Tidak Melupakan

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 26 Apr 2022 19:45 WIB
Jakarta -

Sabar merupakan salah satu sikap yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam haditsnya, beliau pernah bersabda sebagai berikut:

وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

Artinya: "Barangsiapa yang berusaha menjaga diri, maka Allah menjaganya, barangsiapa yang berusaha merasa cukup, maka Allah mencukupinya. Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran." (HR Bukhari).

Arti kata sabar dalam bahasa Arab, menurut Prof Nasaruddin Umar, adalah sikap dalam diri seseorang yang mampu menahan diri untuk melakukan sesuatu karena Allah SWT. Begitu pun sebaliknya, selalu berusaha untuk melakukan yang diperintahkanNya.

"Jadi, sabar itu bertahan untuk tidak melakukan yang dilarang dan bersabar melakukan yang diperintahkan Allah SWT," kata dia melalui Mutiara Ramadan detikcom yang tayang pada Selasa (26/4/2022).

Sabar sendiri ternyata memiliki tingkatannya pula. Prof Nasaruddin menyebut ada 3 tingkat dengan Ash Shabir sebagai tingkatan terendah dari sabar. Kesabaran tersebut bersifat sementara dan masih berbatas atau juga jenis sabar yang memaafkan kesalahan namun tidak bisa melupakannya.

"(Contohnya) wah, kalau saya masih menjabat, saya akan labrak orang itu. Sayangnya saya sudah tidak punya jabatan," tutur imam besar Masjid Istiqlal tersebut saat memberikan gambaran seseorang dengan tingkatan Ash Shabir.

Tingkatan sabar selanjutnya adalah Mashaabir. Artinya, tingkat sabar di mana seseorang mampu untuk melakukan sesuatu, namun ia menahan diri karena Allah SWT dan lebih ikhlas saat menerima ujian.

"Di atasnya (Mashaabir) masih ada lagi yaitu, Ash Shabur artinya seperti Asmaul Husna milik Allah (yakni) Maha Sabar," terang mantan Wakil Menteri Agama (Wamenag) ini.

Prof Nasaruddin juga menjelaskan, tingkatan tertinggi dari sabar ini dapat dimaknai sebagai rasa sabar ketika justru sebuah perbuatan buruk dibalas dengan kebaikan. "Kurang apa Allah SWT memberi kepada hambaNya tetapi balasannya kekafiran," jelasnya.

Adapun untuk meningkatkan kualitas kesabaran dari tingkatan sebelumnya dapat dilakukan di bulan Ramadan. Prof Nasaruddin mengatakan, salah satunya dengan menaati perintah-perintah Allah SWT.

Untuk cara lain dalam meningkatkan kualitas kesabaran dapat disimak melalui Mutiara Ramadan Prof Nasaruddin Umar dengan tema Sabar yang ditonton DI SINI.

(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia