Ramadan di UK ala Mahasiswa RI, Lebih Suka Tarawih di Masjid

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 21 Apr 2022 07:00 WIB
Salat Tarawih mahasiswa UK di London Central Mosque.
Salat tarawih mahasiswa UK di London Central Mosque. Foto: Dok Hafiz Noer.
Jakarta -

Puasa Ramadan identik dengan berbagai ibadah sunah untuk meningkatkan pahala dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Salah satunya salat tarawih yang dilakukan usai isya dilengkapi witir sebagai penutup.

Layaknya muslim lain, Hafiz Noer juga ingin melengkapi ibadah sunah selama Ramadan. Mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Inggris ini mengatakan, lebih suka tarawih di masjid.

"Saya beberapa kali salat tarawih di masjid. Justru tarawih di masjid sangat enak karena suara imam yang merdu dan bangunan masjid yang cantik," kata Hafiz dalam pesan yang diterima detikEdu.

Hafiz adalah mahasiswa pendidikan master jurusan Innovation, Public Policy dan Public Value di University College, London. Dia menerima beasiswa Chevening dari pemerintah UK.

Salat Tarawih mahasiswa UK di London Central Mosque.Buka puasa Ramadan mahasiswa UK di London. Foto: Dok Hafiz Noer

Meski senang salat tarawih di masjid, Hafiz kerap kali harus menunaikan ibadah di tempatnya tinggal. Hafiz harus menyelesaikan tugas kuliah sehingga lebih memungkinkan untuk salat di flat.

Terkait jumlah rakaat, Hafiz mengatakan salat tarawih di Inggris biasa ditunaikan sebanyak 8-20 rakaat. Jemaah yang salat tarawih 8 rakaat, biasanya akan keluar dulu saat yang lain masih melanjutkan hingga 20 rakaat.

Hafiz mengatakan, Ramadan 2022 adalah kali pertama dia puasa di luar negeri. Rekan-rekan kuliah yang mengetahui Ramadan, biasanya mengucapan Ramadan Mubarak. Namun yang tidak tahu tentang puasa Ramadan biasanya penasaran.

"Bagi yang tidak mengetahui, mereka biasanya ingin tahu mengapa harus berpuasa? Berapa jam puasa? Berapa lama harus berpuasa? dan apa saja pantangan yang tidak boleh dilakukan ketika berpuasa?" kata Hafiz.

Hafiz tentunya menghadapi kondisi yang berbeda dengan Indonesia. Durasi puasa di Inggris mencapai 15-16 jam, berbeda dengan Indonesia yang selama 13 jam. Sahur di Inggris pada pukul 04.30 pagi dan buka puasa pukul 20.00.

"Durasi ini akan lebih lama lagi menjelang hari terakhir Ramadan. Tetapi cuaca di London sangat membantu saya berpuasa di London. Cuaca di sini tidak terik, berangin, dan dingin," kata Hafiz.

Tantangan lain adalah jenis makanan yang berbeda dengan Indonesia. Namun Hafiz tak khawatir, karena di London banyak yang menjual bumbu dan masakan Indonesia. Dia bisa membeli makanan atau bumbu untuk dimasak sendiri.

Dengan kemudahan sekaligus tantangan puasa Ramadan, Hafiz berharap bisa menunaikan ibadah khas kaum muslim ini dengan baik. Tentunya seiring dengan kuliah dan tugas sehari-harinya sebagai mahasiswa.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia