Diabetisi Pun Bisa Jalankan Ibadah Puasa dengan Aman, Ini Tips Peneliti BRIN

Artati Murwaningrum - detikEdu
Rabu, 13 Apr 2022 09:30 WIB
Artati Murwaningrum
Artati Murwaningrum
Artati Murwaningrum adalah dokter yang menjalani Pendidikan Dokter dan Spesialis Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat ini aktif sebagai staf medis di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa Rumah Sakit swasta.
Pola makan salah saat puasa
Ilustrasi berbuka puasa (Foto: iStock)
Jakarta -

Menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Namun, bagi pasien diabetes (diabetisi) yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan berisiko mengalami beberapa hal yang tidak diinginkan.

Misalnya saja seperti hipoglikemia (kadar gula rendah), hiperglikemia (kadar gula tinggi), dehidrasi (kekurangan cairan), ketoasidosis (tingginya kadar zat keton dalam darah) dan thrombosis (penyumbatan).

Karena itu yuk kita liat rekomendasi Perkumpulan Endokrinologi Indonesia bagi pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang menjalani ibadah puasa Ramadan.

1.Nutrisi dan cairan

Kebutuhan kalori harian dalam jumlah 1200-2000 kalori didistribusikan untuk sahur (30-40%) dan berbuka (40-50%), ditambah 1-2 camilan sehat (10-20%). Usahakan untuk mengkonsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik rendah sehingga energi dapat dilepaskan secara perlahan.

Sumber protein bisa didapat dari kacang-kacangan, ikan, unggas atau daging. Utamakan konsumsi lemak monosaturasi dan lemak tak jenuh ganda, lemak jenuh harus dibatasi <10% dari total asupan kalori harian.

Jangan lupa konsumsi serat yang cukup dari buah dan sayur. Untuk mencegah dehidrasi dan menurunkan risiko thrombosis, minum cukup air sebanyak 30-50cc/kg/berat badan atau rata-rata 8 gelas air dalam.

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan, agar kebutuhan cairan tercukupi maka berikut cara minum selama bulan Ramadan:
- 1 (satu) gelas setelah bangun tidur
- 1 (satu) gelas selepas sahur
- 1 (satu) gelas saat berbuka puasa
- 1 (satu) gelas setelah salat Magrib
- 1 (satu) gelas setelah makan malam
- 1 (satu) gelas setelah salat Tarawih
- 1 (satu) gelas setelah salat Isya
- 1 (satu) gelas sebelum tidur

Jika anda memiliki gangguan ginjal dan jantung, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter anda untuk mengetahui berapa maksimal cairan harian yang boleh anda konsumsi.

Usahakan makan sahur seakhir mungkin sebelum memulai puasa. Hindari makanan yang mengandung banyak gula, minuman manis, sirup, jus kalengan, atau jus segar dengan tambahan gula setelah berbuka puasa dan di antara waktu makan.

Hindari minuman berkafein karena akan mengakibatkan buang air kecil lebih sering sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.

2. Aktivitas Fisik


Aktivitas fisik yang rutin dilakukan dapat diteruskan selama Ramadan. Olahraga ringan dan sedang dapat dilakukan pada pagi hari atau setelah berbuka puasa.

Hindari olahraga yang berat selama jam-jam puasa dan terutama sebelum buka puasa karena risiko tinggi menurunkan kadar gula darah dan dapat menyebabkan dehidrasi.

Salat Tarawih yang dilakukan di bulan Ramadan juga merupakan bagian dari aktivitas olahraga sehari-hari karena melibatkan aktivitas fisik yang teratur seperti rukuk, berlutut, dan bangun.

3. Kapan Diabetisi dianjurkan membatalkan puasa?

Jika kadar gula darah sewaktu < 70 mg/dl, kadar gula darah sewaktu > 300 mg/dL atau terdapat gejala-gejala hipoglikemia, dehidrasi, atau penyakit akut lainnya.

4. Apa saja gejala hipoglikemia dan apa yang harus dilakukan?

Jika anda tidak memiliki alat untuk pemeriksaan kadar gula darah namun mengalami salah satu dari gejala hipoglikemia maka anda juga disarankan untuk membatalkan puasa.

Gejala hipoglikemia yang umum adalah tangan gemetar, berkeringat dingin, dada berdebar, lapar,perubahan kesadaran, kebingungan atau nyeri kepala.

Segera minum larutan air gula yang dibuat dengan cara mencampurkan 2 sendok makan gula pasir ke dalam satu gelas air putih. Jika setelah 15 menit gejala masih terasa,minum kembali larutan gula.

Jika kadar gula sudah normal atau gejala menghilang, segera konsumsi makanan utama. Konsultasi dengan dokter anda jika anda mengalami gejala hipoglikemia.

5.Penyesuaian dosis dan cara konsumsi obat diabetes

Obat diabetes mellitus ada yang diminum dan disuntik. Beberapa obat butuh penyesuaian dosis dan juga perubahan waktu minum. Karena itu jangan lupa berkonsultasi dengan dokter anda ya.

Demikian tips menjalani ibadah puasa Ramadan secara aman bagi diabetisi.



Simak Video "Kata Dokter Soal Pemanis Buatan untuk Pengidap Diabetes"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia