Mengenal Tahapan Sintesis Protein, Tujuan dan Prosesnya

Afifah Rahmah - detikEdu
Rabu, 30 Mar 2022 16:30 WIB
3D medical background with DNA strand
DNA terlibat dalam proses sintesis protein (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Tubuh kita membutuhkan berbagai macam zat dan nutrisi agar tetap sehat, salah satunya yaitu protein. Tapi, tahukah kamu apa itu sintesis protein? Sintesis protein adalah proses terbentuknya protein dalam tubuh kita.

Protein terdiri dari asam amino panjang sebagai zat penyusun tubuh makhluk hidup. Beberapa bagian tubuh yang tersusun dari protein misalnya rambut, kulit, otot, hingga sel darah.

Sebelum menjalankan fungsinya, protein perlu diproduksi dalam tubuh kita. Proses produksi inilah yang disebut dengan sintesis protein. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!


Definisi Sintesis Protein

Kata protein berasal dari bahasa Yunani "prĊtos" yang berarti "pertama" atau "paling utama". Sedangkan kata sintesis berasal dari bahasa Yunani sunthesis, dari suntithenai, yang berarti "menjadikan".

Jadi, sintesis protein adalah proses pembentukan molekul protein dengan melibatkan sintesis asam amino yang terjadi di dalam nukleus dan ribosom sel yang diatur oleh DNA dan RNA, seperti dikutip dari Biology Dictionary.

RNA merupakan materi genetik dimana basa nitrogennya terdiri dari Adenin (A), Guanin (G), Sitosin (C), dan Urasil (U). Sedangkan DNA adalah kumpulan materi genetik dengan satuan molekul yang disebut nukleotida.

Molekul DNA merupakan sumber kode asam nukleat yang akan menjadi asam amino dan menyusun protein. Sementara molekul RNA merupakan hasil transkripsi dari molekul DNA dalam suatu sel yang ditranslasi menjadi asam amino untuk protein.


Tahapan Sintesis Protein dan Prosesnya

Tahapan sintesis protein terbagi menjadi dua bagian yaitu transkripsi dan translasi. Secara umum, sintesis protein berawal dari DNA, lalu pembentukan RNA, kemudian penyusunan protein (DNA > RNA > Protein). Proses perubahan molekul ini juga dengan central dogma.

Tahap 1 - Transkripsi

Proses sintesis protein di tahap awal ini merupakan proses dimana terjadi penyalinan sebagian molekul DNA. Penyalinan ini dilakukan karena lokasi DNA ada di nukleus, sementara proses pembentukan protein yaitu di ribosom yang terletak pada sitoplasma.

Dikarenakan DNA tidak mampu bergerak sendiri ke ribosom, maka DNA butuh penggerak yaitu RNA polimerase (mRNA) untuk mendatangi DNA, menyalin kode genetik atau membuat cetakan, lalu memindahkan salinan DNA tersebut ke ribosom. Maka dalam hal ini, mRNA disebut sebagai pembawa pesan.

Dalam proses transkripsi juga terbagi menjadi 3 tahapan sebagai berikut:

1. Inisiasi

RNA polimerase memecah sebagai molekul DNA yang berisi segmen-segmen berupa gen. Dalam gen, terdapat bagian ujung yang disebut promoter dan terminator. RNA polimerase akan bergerak dari bagian terminator ke promoter untuk memecah DNA. Jika RNA polimerase telah berhasil di bagian promoter maka proses inisiasi ini selesai.


2. Elongasi

Proses ini yaitu saat RNA polimerase kembali ke terminator setelah mencapai promoter, sehingga terbentuklah mRNA yang akan menyalin kode genetik pada DNA.


3. Terminasi

Proses terakhir transkripsi yaitu ketika untaian mRNA telah selesai terbentuk dan lepas dari DNA untuk pergi ke ribosom.


Tahap 2 - Translasi

Ketika mRNA yang membawa salinan DNA berhasil membawanya ke ribosom, terjadilah proses translasi yaitu proses penerjemahan atau penguraian kode-kode genetik hasil salinan DNA yang sudah dibawa mRNA sebelumnya. Kode genetik ini yang akan menghasilkan polipeptida sebagai penyusun protein.

Translasi juga terbagi ke dalam 3 tahap, berikut diantaranya:

1. Inisiasi

Pada tahap ini mRNA datang membawa kodon-kodon DNA sampai ke ribosom. Kodon pertama yang bertemu ribosom disebut kodon start atau AUG.

2. Elongasi

Kodon yang dibawa mRNA akan diuraikan atau diterjemahkan menjadi asam amino kemudian masing-masing digabung dengan tRNA yang membawa asam amino untuk menyusun protein. Sehingga gabungan tersebut akan membentuk rantai polipeptida.

3. Terminasi

Proses translasi terakhir yaitu saat salah satu kodon stop antara UAA, UAG, atau UGA bertemu dengan ribosom yang kemudian menjadi kodon stop atau AUU.


Tujuan Sintesis Protein

Tujuan utama dari proses sintesis protein adalah membentuk dan menyusun protein yang akan dimanfaatkan dalam tubuh sebagai komponen penting dalam susunan tubuh makhluk hidup. Enzim, hormon, dan membran sel dalam tubuh kita merupakan hasil susunan protein. Eritrosit pun memerlukan protein untuk mengikat oksigen.

Tapi, perlu diingat detikers, selain proses sintesis protein yang dibentuk dalam tubuh, sebagian protein lainnya harus diperoleh dari makanan bergizi.



Simak Video "Novavax Klaim Vaksin Protein Terbukti Aman untuk Anak Usia 12-17 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia