Bayar Fidyah Puasa dengan Uang, Bisa Gak Ya?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 26 Mar 2022 06:00 WIB
Hukum dan Cara Membayar Fidyah untuk Ganti Puasa
Ilustrasi bayar fidyah puasa. Bolehkah membayar fidyah puasa dengan uang? (iStock)
Jakarta -

Islam menetapkan kewajiban bayar fidyah puasa bagi tiap muslim yang meninggalkan puasa wajib Ramadan karena sebab syar'i tertentu. Pembayaran fidyah ini ditebus dengan memberi makan fakir miskin sesuai dengan ketentuan dalam surat Al Baqarah ayat 184,

وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Artinya: "...Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin..."

Apa bayar fidyah puasa bisa ditunaikan dengan uang?

Sejatinya, fidyah adalah suatu pengganti atau tebusan yang membebaskan seorang mukalaf (muslim yang dikenakan kewajiban) dari sebuah perkara hukum tertentu yang berlaku padanya. Hal ini sesuai dengan akar kata fidyah yang diambil dari kata fadaa bermakna mengganti atau menebus, seperti diungkap dalam buku Kupas Tuntas Fidyah karya Sutomo Abu Nashr, Lc.

Menurut landasan Kitab al-Fiqih al-Islami wa Adillatuhu, ada perbedaan pendapat di antara kalangan imam besar mazhab seputar kadar dan jenis fidyah yang ditunaikan bagi tiap muslim. Pendapat pertama menyebut, kadar fidyah sebesar satu 1 makanan pokok yang senilai dengan satu hari puasa Ramadan yang ditinggalkan.

Hasil konversi satuan mud ke dalam hitungan satuan internasional menjadi sebesar 675 gram atau 0,75 kg, seperti ukuran telapak tangan dewasa yang ditengadahkan saat berdoa. Ukuran mud ini berdasarkan pendapat dari Mazhab Maliki dan Syafi'i.

Di sisi lain, Mazhab Hanafi menyebutkan kadar dan jenis fidyah yang dikeluarkan yakni sama dengan kadar zakat fitrah. Tepatnya sebesar 2 mud atau 0,5 sha' gandum yang bila dikonversi menjadi sekitar 1,5 kg. Aturan ini kemudian dijadikan acuan muslim untuk membayar fidyah berupa beras.

Dalam Mazhab Hanafi ini pula, umat muslim mengenal kebolehan membayar fidyah puasa dengan uang atau qimah.

"Menurut Mazhab Hanafi, maksud pemberian makanan untuk fakir miskin adalah memenuhi kebutuhan mereka, dan tujuan tersebut bisa tercapai dengan membayar qimah (nominal harta) yang sebanding dengan makanan," tulis Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam Kitab al-Fiqih al-Islami wa Adillatuhu.

Takaran fidyah untuk satu hari puasa yang ditinggalkan sebesar dengan acuan 1,5 kg makanan pokok sehari-hari atau harga kurma atau anggur seberat 3,25 kg yang dikonversi menjadi nilai rupiah.

Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah menetapkan besaran baku bayar fidyah dengan uang yang dibedakan ke dalam masing-masing wilayah. Berdasarkan ketetapan Surat Keputusan (SK) Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah, ketetapan nilai fidyah sebesar Rp 50 ribu per hari per jiwa untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pembayaran fidyah ini dikenakan kewajiban bagi orang tua renta, orang sakit parah, wanita hamil dan menyusui, orang yang meninggal dunia, dan juga orang yang mengakhirkan puasa qadha Ramadan.

Khusus untuk kelompok yang terakhir, kewajiban puasa qadha Ramadan dikenakan bila seorang muslim menunda puasa dengan kondisi yang memungkinkan untuk menyegerakan puasa. Sebaliknya, tidak ada kewajiban bayar fidyah bila seseorang terhalang sakit atau di perjalanan hingga masuk Ramadan berikutnya.

Jadi, jangan lupa bayar fidyah puasamu dengan uang atau pun makanan pokok bagi yang membutuhkan ya!



Simak Video "Anjuran Porsi Sahur yang Ideal Menurut Dokter Gizi"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia