Baghdad Bakal Jadi Salah Satu Kota Terparah Dampak Pemanasan Global, Kok Bisa?

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 12 Mar 2022 11:00 WIB
Wisata di Irak 2019
Foto: (Christian Lindgren/CNN)
Jakarta -

Sebuah studi dari European Union Institute of Security Studies, memperkirakan bahwa ibu kota Irak, Baghdad akan menjadi salah satu tempat yang paling parah terkena dampak pemanasan global.

Hal ini terlihat pada 28 Juli 2020, Baghdad mencetak rekor tertinggi dengan suhu 125,2 derajat Farenheit (51,8 Celcius) dalam sehari.

Saat musim panas, pemerintah kota Baghdad sampai mengatur liburan agar penduduk tetap tinggal di rumah.

Sementara suhu global terus naik oleh perubahan iklim, Irak memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata suhu global. Lokasi geografis Irak membuat kota ini lebih panas dari lokasi yang lain.

Dikutip dari Weather Online, hal ini karena Irak berada di antara gurun Arab dan Teluk Persia. Menyebabkan suhu di bulan Januari bisa sangat dingin menyentuh 10 derajat Celcius sementara bulan Agustus mencapai lebih dari 30 derajat Celcius.

Dilansir dari National Public Radio, saat perubahan iklim meningkat, kota-kota besar di seluruh dunia dapat mengalami peningkatan suhu yang drastis karena apa yang disebut efek "urban heat island". Banyaknya bangunan dari semen serta penggunaan AC dan mesin meningkatkan efek ini.

Semen menyerap panas dari matahari dan menahannya di dekat tanah. Pada saat yang sama AC, mobil, dan mesin lainnya mendorong udara panas ke jalan-jalan.

Baghdad merupakan salah satu kota dengan efek "urban heat island". Beberapa bagian lanskap perkotaan, terutama pusat kota, didominasi oleh gedung perkantoran dari semen. Sementara di area selatan Baghdad, dekat dengan sumber gas dari kilang minyak. Kilang minyak ini memanaskan area di tepi kota.

Apa Langkah untuk Perbaikan?

Gaub, peneliti Uni Eropa, mengatakan perencanaan kota yang lebih baik, banyak ruang hijau, dan menanam lebih banyak pohon, dapat membantu mengimbangi dampak perubahan iklim di Baghdad.

Kepala Departemen Arsitektur Universitas Baghdad, Dhirgham Alobaydi, menambahkan berbagai faktor, termasuk pertumbuhan kota yang tidak terkendali, akan membuat Baghdad semakin panas di tahun-tahun mendatang.

Alobaydi mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat Baghdad lebih sejuk. Jalan yang lebih sempit dapat membantu mengalirkan angin di antara gedung-gedung. Trotoar untuk meningkatkan pejalan kaki dan mengurangi jumlah mobil.

Arsitektur Tradisional Irak memiliki rumah-rumah yang terletak di belakang jalan dengan taman depan yang menyediakan ruang untuk pepohonan. Pada dasarnya, kata Alobaydi, untuk menghadapi kenaikan suhu di Baghdad, warga Irak harus kembali membangun rumah dan kota seperti dulu.



Simak Video "Badai Pasir Terjang Baghdad, Ratusan Warga Sulit Bernapas"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia