Mengenal Metode Blended Learning, Solusi Pendidikan Melalui Teknologi

Atta Kharisma - detikEdu
Kamis, 24 Feb 2022 08:57 WIB
Sejumlah siswa-siswa mengikuti ulangan harian saat uji coba pembelajaran sekolah tatap muka di kawasan SMA Swasta Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/8).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya distorsi pada kehidupan secara sosioekonomi. Di sektor pendidikan, dilakukan penghentian pembelajaran tatap muka sejak Maret 2020 yang kemudian diperbolehkan untuk dilaksanakan kembali pada sepertiga akhir tahun 2021 dengan pembatasan.

Sementara itu, pembelajaran dari rumah memunculkan kekhawatiran akan adanya learning loss secara masif sehingga menyebabkan terjadinya sebuah generation gap. Hal ini yang turut dirasakan para insan pendidikan SMA Trimurti Surabaya.

Langkah darurat yang dilakukan SMA Trimurti Surabaya dalam melaksanakan pembelajaran di awal masa pandemi adalah memutuskan untuk mengambil mode daring, dengan memanfaatkan fasilitas sekolah yang sudah ada dan apa adanya untuk sementara waktu. Trimurti Senior High School juga mengiringinya dengan mempersiapkan pelatihan kilat guru serta pengadaan kilat fasilitas sekolah.

"Pada saat itu, kami sudah memiliki aplikasi ujian online dan akses internet sekolah, yang belum kami gunakan secara maksimal, di antaranya aplikasi Learning Management System (LMS) dan aplikasi Video Conference (VC). Selama 2 minggu pertama pembelajaran dari rumah, kami melaksanakan penugasan mandiri melalui aplikasi ujian online yang dipandu wali kelas lewat media Whatsapp," ujar Kepala Sekolah SMA Trimurti Surabaya Syarif Andri Setiawan dalam keterangan tertulis, Kamis (24/2/2022).

Guru dan tenaga pendukung SMA Trimurti Surabaya berjibaku untuk berlatih, menyiapkan, dan mengenalkan ke siswa terkait aplikasi LMS dan VC yang dipilih dan dipakai sekolah. Setelah 2 minggu berlalu, pembelajaran kemudian diorganisasikan melalui LMS, didukung aplikasi VC dan ujian daring.

Sukses menggunakan aplikasi pendukung untuk melaksanakan pembelajaran daring ternyata belum menjamin proses belajar berjalan dengan baik dan mengurangi learning loss. Dalam proses pembelajaran, ditemukan bahwa keterlibatan siswa cukup rendah dan banyak aktivitas belajar yang terlewatkan. Hal ini terjadi karena siswa belajar di rumah yang jauh dari pantauan guru, begitu juga orang tua siswa yang ternyata tidak selalu bisa memantau karena bekerja atau aktivitas lain.

Belum lagi ditambah beberapa siswa yang memiliki kesulitan akses internet dan peralatan pembelajaran daring. Dari sisi guru, ditemukan bahwa mereka juga kesulitan untuk mengontrol pembelajaran siswa karena hanya dapat berkomunikasi secara online. Selain itu, guru juga kesulitan mendapatkan bahan ajar lengkap pada materi tertentu yang dapat ditempatkan di LMS.

Hal ini akhirnya memunculkan keluhan orang tua, bahwa siswa tidak mendapatkan pembelajaran yang cukup, dan tingkat kepuasan mereka terhadap sekolah pun menurun.

"Menemui hambatan belajar pelik seperti itu, kami melakukan evaluasi diri. Hasilnya, kami menemukan bahwa permasalahan utamanya sebenarnya ada dalam pola pikir kami dalam melaksanakan pembelajaran daring. Kami masih memakai pola pikir pembelajaran tatap muka normal dalam pembelajaran daring. Kami masih menganggap guru adalah kontrol utama pembelajaran dan orang tua atau keluarga di rumah hanya sebagai pemantau. Kami masih menganggap pembelajaran sebagai proses transfer materi sebanyak-banyaknya. Kami juga masing menggunakan teknik pengajaran tatap muka saat pertemuan daring," jelas Syarif.

"Untuk itu, kami memerlukan perubahan pola pikir dan merancang pembelajaran Blended Learning Plus yang efektif untuk memaksimalkan proses pembelajaran daring atau hibrida, melakukan tatap muka terbatas bagi siswa yang kesulitan akses internet dan/atau peralatan pembelajaran daring," sambungnya.

Konsep Blended Learning Plus pertama adalah membangun sinergi antara sekolah, siswa, dan rumah. Di sini, dilakukan proses pelaporan kehadiran dan capaian belajar siswa secara rutin. Setiap guru melakukan pendataan presensi dan hasil penugasan kecil untuk mengukur capaian belajar siswa dalam proses pembelajaran tersebut.

Hasil pendataan ini kemudian dikumpulkan dan direkapitulasi oleh wali kelas. Kemudian, hasil rekapitulasi dilaporkan ke orang tua melalui grup aplikasi chat online.

Hal ini dilakukan setiap hari, sehingga orang tua dapat melihat perubahan capaian pembelajaran siswa. Apabila ditemukan ketidakaktifan atau kesulitan belajar, wali kelas langsung melakukan konfirmasi ke orang tua untuk dicarikan solusi.

Konsep Blended Learning Plus kedua adalah membangun pembelajaran yang esensial. Guru melakukan pemetaan materi pembelajaran yang esensial dan sampingan untuk siswa. Proses pembelajaran diutamakan untuk penguasaan materi esensial dan materi sampingan yang digunakan sebagai pengayaan bagi siswa.

Konsep Blended Learning Plus ketiga adalah membangun pembelajaran yang relevan, kaya, dan menarik. Pembelajaran mengambil tema yang dikaitkan dengan topik-topik di lingkungan sekitar siswa. Pembelajaran disajikan dalam bentuk aktivitas, seperti membuat video, proyek, dan sebagainya.

SMA Trimurti Surabaya menjalin kerjasama dengan penyedia konten belajar interaktif terkemuka, yaitu Ruangguru untuk memberi variasi sumber belajar. Sekolah menyediakan perangkat tatap muka daring yang memungkinkan guru bisa melakukan aktivitas mengajar lebih leluasa, seperti webcam wide angle, headset nirkabel, dan green screen.

"Setelah mengembangkan dan melaksanakan Blended Learning Plus, hasilnya sangat positif dalam proses pembelajaran daring yang kami lakukan. Saat ini, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran daring mendekati 100%," kata dia.

Orang tua banyak yang menyatakan rasa puas dengan proses belajar yang sudah dilakukan siswa. Bahkan, jumlah persentase siswa SMA Trimurti Surabaya yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga mengalami peningkatan.

"Tapi, kami tidak merasa berpuas diri sampai di pencapaian ini. Untuk pengembangan ke masa depan, kami akan konsisten meningkatkan kompetensi guru dengan pembekalan dan pengembangan menuju pembelajaran paradigma baru. Meluaskan konsep Blended Learning Plus ke proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), serta menjajaki integrasi teknologi pendidikan masa depan, seperti Machine Learning dan Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR)," pungkas Syarif.



Simak Video "Nicholas Saputra Didapuk Jadi Duta Belajar Ruangguru"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia