Palung Mariana sebagai Titik Terdalam di Bumi, Apakah Ada Kehidupan?

Rika Pangesti - detikEdu
Jumat, 04 Feb 2022 12:30 WIB
Challenger Deep, titik terdalam Palung Mariana
Posisi Palung Mariana di peta. Apakah ada kehidupan di bawah sana? (CNN)
Jakarta -

Palung Mariana merupakan titik laut terdalam di permukaan bumi atau disebut juga dengan jurang dasar laut. Kedalamannya mencapai hingga 11.034 meter, seperti yang dilansir dari laman National Geographic.

Palung Mariana sendiri mempunyai sebuah titik terdalam yang bernama Challenger Deep. Nama ini diambil dari nama kapal peneliti yang pertama kali menemukannya, yakni kapal milik Angkatan Laut Britania bernama Challenger II pada tahun 1875.

Letak dari palung ini pula yang melahirkan nama Palung Mariana. Titik lokasinya lebih dekat dengan Kepulauan Mariana milik AS, tepatnya di dasar laut Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah barat Filipina.

Untuk itulah, palung ini bahkan telah ditetapkan menjadi bagian dari Monumen Nasional AS pada 2009 lalu. Sebagai bagian dari wilayah dependensi Amerika Serikat (AS) di Kepulauan Mariana Utara dan Guam, seperti diungkap oleh Britannica.

Asal usul Palung Mariana

Palung sendiri adalah jurang pada dasar laut yang sangat dalam, memanjang, sempit dan terjal. Umumnya terjadi karena ada patahan lempeng. Sebagaimana dikutip dari buku Geografi Kelas X terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

Lantas, bagaimana dengan Palung Mariana? Palung ini terbentuk sejak 180 juta tahun lalu akibat tabrakan kuat antara lempengan tektonik Pasifik dan lempengan Filipina.

Alhasil, menurut buku Intisari Ilmu: Planet Bumi karya John Malam, dkk, tabrakan tersebut menciptakan titik yang lapisannya jatuh ke dalam lapisan bumi.

Kehidupan bawah laut di Palung Mariana

Pada tahun 1960 silam, sebuah submersible (wahana penyelaman) berawak dua milik Angkatan Laut Amerika menyelam hingga ke dasar Palung Mariana. Mereka hendak membuktikan kehidupan di bawah laut sana.

Tahun berikutnya, tepatnya 1 Maret 2021, penjelajah Richard Garriott telah menyelesaikan pula penyelamannya hingga ke dasar palung. Mereka menggunakan kapal selam Limiting Factor milik seorang penjelajah, Victor Vescovo.

Garriott kemudian membagikan pengalamannya setelah menyelami laut terdalam di bumi ini. Menurut Garriot, semakin mencapai bagian terdalam dari Palung Mariana maka cahaya dari atas permukaan laut semakin menghilang.

Bahkan, cahaya itu menghilang dengan cepat karena kapal selam Limiting Factor yang ia gunakan turun menyelam dengan cepat. Layaknya laut, Palung Mariana juga merupakan rumah bagi hewan laut dan organisme lainnya.

Garriot juga menceritakan, ia menyaksikan banyak kehidupan di bawah laut. Ia menemui banyak hewan di dasar laut sana. Bahkan, ada juga benda buatan manusia yang ia temui dan sampah manusia sekali pun.

Menambahkan cerita dari Garriott, pada tahun 2016 kapal Okeanos Explorer milik NOAA pun pernah meneliti Palung Mariana. Para peneliti tersebut menemukan corak kehidupan yang beraneka ragam, ditemukannya spesies seperti ubur-ubur, dan gurita.

Nah, itulah pembahasan mengenai kehidupan di Palung Mariana sebagai titik laut terdalam. Semoga menambah pengetahuanmu ya, detikers!



Simak Video "Fenomena Ubur-ubur Serbu Pantai Probolinggo Bikin Nelayan Tak Melaut"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia