Benarkah Melamun Baik untuk Pikiran dan Kesehatan? Ini Penjelasan Psikolog

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 25 Des 2021 09:00 WIB
Close up portrait of a young african american woman looking out window when working on laptop
Foto: iStockphoto/m-imagephotography/Ilustrasi Melamun
Jakarta -

Pernahkah kamu melamun di waktu tertentu dan merasa nyaman setelah melakukannya? Sebuah penelitian mengungkapkan ternyata melamun bisa menyehatkan pikiran dan kesehatan, lho.

Penelitian terbaru telah memberitahu bahwa pengembaraan pikiran yang membuat tidak bahagia biasanya karena mengarah pada perenungan negatif.

Sekelompok peneliti berpendapat lain tentang lamunan yang perlu diajarkan agar bisa melakukannya lebih baik. Hal itu karena melamun sebenarnya merupakan aktivitas penting di otak.

Berpikir untuk Kesenangan

Profesor psikologi dan penulis studi Erin Westgate, berpendapat bahwa melamun juga dikatakan sebagai 'berpikir untuk kesenangan' sehingga memiliki manfaat kesehatan yang penting.

"(Aktivitas) Ini adalah bagian dari perangkat kognitif kami yang kurang berkembang, dan ini agak menyedihkan," katanya dikutip dari Forbes.

Dalam studi yang diterbitkan di Emotion, Erin menulis, "Ketika diberi kebebasan, orang tidak secara spontan memilih untuk berpikir untuk kesenangan, dan ketika diarahkan untuk melakukannya, ia akan berjuang untuk berkonsentrasi dengan sukses."

Menurut Erin, orang yang merasa bosan atau kurang menyenangkan ketika melamun bisa jadi karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam berpikir untuk kesenangan atau melamun.

Padahal penelitian terbaru menemukan bahwa otak melakukannya karena membantu pikiran menemukan solusi inovatif untuk masalah. Hal itu dikarenakan melamun adalah aktivitas kognitif yang berbeda dari pengembaraan pikiran atau perenungan.

Melamun Adalah Sebuah Keterampilan

Untuk menentukan apakah orang dapat memperoleh kembali keterampilan melamun yang mereka miliki saat anak-anak dulu, para peneliti memulai dengan melatih mereka untuk memikirkan 'pikiran yang bermakna.'

Para peneliti mendorong peserta penelitian untuk berpikir bersenang-senang dengan memikirkan makanan seperti kue atau roti panggang alpukat dan bukan kepuasan mendalam dari lamunan.

Kemudian para peneliti menemukan trik untuk melamun. Erin memberi peserta studi contoh topik untuk dipikirkan yang menyenangkan dan bermakna.

Dengan latihan itu, para peserta melaporkan bahwa mereka menikmati diri mereka sendiri 50% lebih banyak daripada ketika mereka diminta untuk memikirkan apapun yang mereka sukai.

Erin percaya bahwa melamun adalah sesuatu yang membutuhkan latihan. Tetapi dia juga berpendapat bahwa upaya itu sepadan, karena melamun dapat membentuk kembali emosi dan membuat kita lebih bahagia.

"Dan para pelamun yang berpengalaman dapat memanfaatkan keterampilan tersebut ketika mereka berada di bawah tekanan," jelasnya.

Bagaimana Memiliki Lamunan yang Menyenangkan?

Menurut Erin mungkin sulit untuk melatih pikiran untuk melamun. Karena seringkali kita tidak tahu apa yang harus dipikirkan untuk mendapatkan pengalaman positif.

Tetapi Erin juga menunjukkan bahwa melamun dapat dilakukan setelah memiliki konsepnya. Berikut adalah beberapa tips untuk memulai:

1. Percaya bahwa melamun adalah keterampilan yang dapat dibangun dengan latihan

2. Ingatkan diri bahwa melamun bukan waktu untuk menjalankan daftar tugas atau merencanakan liburan

3. Cobalah melamun ketika melakukan sesuatu yang hanya sedikit menarik, seperti melipat cucian atau mandi. Ketika otak sedikit sibuk, kita lebih cenderung melamun.

"Lain kali Anda berjalan, alih-alih mengeluarkan ponsel Anda, cobalah," pesan Erin.

4. Katakan pada diri sendiri bahwa melamun bisa terasa menyenangkan jika bisa mengarahkan pikiran dengan topik yang disukai.



Simak Video "Mindful Demography, Cara Unik Kurangi Overthinking"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia