Mengapa Telur Bisa Berbeda Warna? Ini Penjelasannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 24 Nov 2021 17:30 WIB
Ilustrasi Telur
Foto: condesign/Pixabay
Jakarta - Telur adalah makanan yang mengandung protein berkualitas tinggi serta berbagai macam vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin D, vitamin B, dan folat.


Namun, pernahkan kamu bertanya-tanya kenapa cangkang kulit atau kerabang telur memiliki warna yang berbeda-beda? ada warna putih, krem, coklat, biru hingga hijau.


Faktor Genetika


Menurut Michigan State University Extension, warna telur ditentukan oleh genetika ayam. Jenis ayam betina akan menunjukkan warna telur yang akan dihasilkannya.


Misalnya, ayam Leghorn bertelur putih sedangkan Orpington bertelur coklat dan Ameraucana menghasilkan telur biru.


Sementara Olive Egger, ayam yang bertelur hijau zaitun, adalah produk persilangan antara ayam betina dan ayam jantan yang berasal dari telur coklat tapi menghasilkan telur biru.


Pigmen yang Dihasilkan


Warna kulit telur yang berbeda juga bisa berasal dari pigmen yang dihasilkan ayam. Pigmen utama pada kulit telur berwarna coklat disebut protoporfirin IX. Pigmen tersebut terbuat dari heme atau senyawa yang memberi darah warna merah.


Ayam yang bertelur berwarna coklat akan menyimpan pigmen protoporfirin ini pada telur di akhir proses pembentukan cangkang.


Pigmen tersebut tidak menembus bagian dalam telur, tetapi hanya mewarnai permukaan telur. Itulah sebabnya mengapa telur coklat berwarna putih di bagian dalam.


Adapun pigmen utama yang ditemukan dalam kulit telur biru disebut biliverdin. Pigmen ini merupakan pigmen yang bisa memberikan warna biru-hijau pada memar di tubuh.


Lingkungan dan Pola Makan


Meski genetika adalah faktor utama yang menentukan warna telur, faktor lain juga dapat memengaruhinya.


Misalnya, seiring bertambahnya usia, ayam yang bertelur coklat akan cenderung bertelur lebih besar dan berwarna lebih terang.


Faktor lainnya adalah lingkungan, pola makan, dan tingkat stres ayam yang juga dapat memengaruhi warna cangkang sampai batas tertentu.


Faktor-faktor tersebut dapat membuat cangkang lebih terang atau lebih gelap tetapi tidak selalu mengubah warna itu sendiri.


Apakah telur cokelat lebih sehat daripada telur yang lebih berwarna terang?


Karena paling umum dijumpai adalah telur berwarna cokelat, maka banyak yang beranggapan bahwa telur cokelat lebih sehat dan lebih alami daripada telur putih atau yang berwarna lebih terang.


Melansir laman Healthline, nyatanya semua telur memiliki nutrisi yang sangat mirip, terlepas dari ukuran, kadar, atau warnanya.


Telur mengandung banyak vitamin, mineral, dan protein berkualitas tinggi, semuanya terbungkus menjadi kurang dari 80 kalori.


Bahkan para ilmuwan telah membandingkan telur dengan cangkang coklat dengan telur dengan cangkang putih untuk melihat apakah ada perbedaan.


Beberapa penelitian menemukan bahwa warna cangkang tidak mempengaruhi kualitas atau komposisi telur secara signifikan.


Nah, itulah beberapa alasan mengapa telur memiliki warna yang berbeda-beda.

Simak Video "Harga Telur Naik, Mentan: Dinamika Momentum"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia