3 Cara Self Healing untuk Penyembuhan Luka Batin ala Pakar ITS

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 18:00 WIB
Mental Health motivation letter written on post-it paper against Coronavirus
Foto: iStockphoto/atakan/3 Cara Self Healing untuk Penyembuhan Luka Batin ala Pakar ITS
Jakarta - Pernah merasakan patah hati atau kejadian traumatis? Pengalaman seperti itu bisa jadi peristiwa tidak mengenakan yang menyisakan luka batin dalam kehidupan, lho.


Untuk move on atau menyembuhkan pengalaman tersebut bukanlah hal yang mudah dan bisa disepelekan. Sebaliknya, penyembuhan harus menjadi perhatian penting agar tidak memberikan dampak besar bagi kehidupan orang yang mengalaminya.


Menanggapi hal tersebut, Seorang pakar Mental Care Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Agata Paskarista S Psi M Psi CPS menjelaskan bahwa luka psikologis menjadi awal mula dibutuhkannya penyembuhan diri.


"Tak sama seperti luka pada umumnya, luka psikologis tidak terlihat tetapi terasa dan berlangsung lebih lama," ungkapnya saat mengisi materi webinar edukasi mengenai The Art of Self Healing atau seni penyembuhan diri beberapa waktu lalu.


Waktu penyembuhan bergantung pada individu


Menurut Agata, pernyataan yang mengatakan luka psikologis akan hilang seiring berjalannya waktu adalah tidak benar.


Faktor penting yang menjadi penyembuh itu adalah dari diri sendiri. Agata juga menjelaskan bahwa self healing atau penyembuhan diri sendiri merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan oleh setiap orang.


"Self healing dapat diartikan sebagai proses penyembuhan luka batin atau mental yang diakibatkan oleh berbagai hal. Luka batin sendiri bisa muncul dalam bentuk perasaan sedih mendalam, merasa gagal, cemas, yang mengarah pada kondisi depresi," terangnya


Adapun tujuan self healing dilakukan agar seseorang bisa memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, serta membentuk pikiran positif tentang apa yang terjadi dalam hidup.


3 Cara Self Healing


Sementara itu, untuk melakukan Self Healing, Agata menjelaskan 3 cara. Di antaranya:


1. Self love


Cara ini dapat dilakukan dengan menyadari pikiran negatif, merawat diri sendiri, merekonstruksi tujuan, dan pada akhirnya mengembangkan diri sendiri.


"Jangan lupa untuk memberikan batasan terhadap hal yang mengganggu seperti halnya konten negatif pada sosial media," jelasnya.


2. Self acceptance


Cara ini memiliki arti mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun keterbatasan diri. Karena dengan memahami kekurangan dalam diri maka dapat mengetahui kemampuan apa yang perlu dikembangkan.


"Cara ini perlu dilakukan bersamaan dengan self love," tambahnya.


3. Self compassion


Cara ketiga atau terakhir adalah kemampuan untuk memahami keadaan dan respons emosi diri atas penderitaan yang dialami serta keinginan untuk menolong diri sendiri.


Maksudnya adalah ketika seseorang mengetahui masalah pada diri sendiri seharusnya ia juga mempunyai keinginan untuk menjalani dan merubah diri sendiri.


Proses Self Healing untuk penyembuhan luka batin


Mental Health Educator tersebut mengungkapkan bahwa tiga cara tersebut merupakan proses awal menyembuhkan diri.


Menurutnya, ketika seseorang itu menyadari bahwa ia sedang tidak baik-baik saja kemudian mulai mencari cara untuk pulih. Hal tersebut menunjukkan perjalanan penyembuhan diri sudah mencapai separuh jalan.


"Sisanya adalah menangani maintenance-nya saja," terangnya.


Maintenance atau pemeliharaan diri yang dimaksud adalah mencakup mindfulness dengan fokus atau sadar pada diri sendiri, common humanity yang menyadari bahwa manusia wajar mengalami kegagalan, dan self kindness yang berarti menjadi sahabat yang baik pada diri sendiri ketika terjadi masalah agar tidak mudah menghakimi diri sendiri.


Meski setiap orang memiliki cara penyembuhan yang berbeda, namun pada dasarnya seseorang harus berdamai pada masa lalu dan tidak sekadar melupakan sejenak.


"Ingatlah sosok yang ingin kita inginkan saat kecil, berkomunikasilah dengan diri sendiri," pungkasnya menutup webinar Mental Care ITS.

Simak Video "Waktu Terbaik untuk Memulai Self Healing Menurut Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia