Fakta Tentang Obesitas, Ini Kata Pakar Penyakit Dalam Unair

Anastasia Anjani - detikEdu
Kamis, 10 Jun 2021 11:55 WIB
Anak obesitas
Foto: iStock
Jakarta - Banyak orang yang salah memahami bahwa obesitas sering kali disebabkan oleh junk food. Padahal faktanya mengurangi konsumsinya saja tidak cukup untuk mengatasi obesitas.

Sebelum masuk ke penjelasan tentang fakta obesitas, sebaiknya kamu mengetahui apa sih definisi obesitas? Dilansir dalam buku "Genetika Obesitas" oleh Pramudji Hastuti, obesitas adalah timbunan triasil gliserol berlebihan pada jaringan lemak akibat asupan energi berlebih dibandingkan dengan penggunaannya.

Obesitas juga berhubungan dengan penyakit-penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup. Obesitas terjadi jika dalam suatu periode waktu lebih banyak kalori yang masuk melalui makanan daripada yang digunakan untuk menunjang kebutuhan energi tubuh yang selanjutnya energi berlebihan akan disimpan sebagai trigliserida di jaringan lemak.

Menurut pakar penyakit dalam Unair Hermina Novinda, obesitas dapat terjadi karena beberapa hal. Berikut adalah penjelasannya yang dikutip dari laman resmi Unair:

Fakta Tentang Obesitas

1. Kalori yang Masuk Lebih Banyak dari yang Keluar

"Hal ini menyebabkan mudahnya terjadi penumpukan kalori, yang kemudian berubah menjadi lemak dan berujung pada obesitas," ungkap Hermina melalui laman Unair.

2. Tidak Selalu Berkaitan dengan Asupan Makanan

Obesitas tidak selalu berkaitan dengan asupan makanan. Hal ini juga terjadi karena kondisi hormon yang ada di dalam tubuh. "Keadaan hipotiroid, gangguan hormon adrenal atau kondisi-kondisi tertentu juga bisa menyebabkan kegemukan," ujar Herminda.

Menurutnya, mengurangi asupan kalori dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan kunci dari menurunkan berat badan. "Bila obesitas, sebaiknya asupan kalori diturunkan sebanyak 500-1000 kalori dari asupan normal," ungkapnya.

3. Mispersepsi Tentang Junk Food

Banyak orang yang menganggap junk food sama dengan fast food. Nyatanya kedua hal tersebut berbeda.

Fast food atau makanan cepat saji merupakan makanan yang disiapkan agar bisa segera dikonsumsi, sehingga tidak semua fast food adalah junk food. Sedangkan junk food sendiri merupakan makanan yang kaya akan gula, garam, kalori, lemak jenuh dan memiliki kandungan gizi yang minim.

Sehingga akan membahayakan jika terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan menyebabkan penumpukkan gula, garam, dan lemak. Jika dibiarkan akan menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

"Sehingga junk food memang bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kegemukan atau obesitas. Namun perlu diperhatikan juga penyebab lain selain dari asupan makanan," sebut Hermina.

4. Memperhatikan Kandungan Gizi dalam Makanan

Menurut Hermina, fakta tentang obesitas yang harus diperhatikan selanjutnya memperhatikan jumlah asupan gizi dalam makanan. Misalnya dengan mengubah isi dalam piring dengan memperhatikan karbohidrat. Karbohidrat simpel yang banyak mengandung gula sebaiknya diganti sayur dan karbohidrat kompleks yang mengandung banyak serat.

5. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Hal terakhir adalah menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah obesitas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi air putih, menghindari minuman bergula, dan meningkatkan aktifitas fisik, juga merupakan perilaku yang mendorong penurunan berat badan.

"Kalau yang disarankan, untuk obesitas sebaiknya melakukan olahraga selama 30-45 menit perhari, sebanyak lima hari perminggu dengan intensitas sedang. Namun jika pasien obesitas ingin turunnya lebih banyak, maka dapat ditingkatkan menjadi 45-60 menit perhari, selama 5-6 hari perminggu," jelas Hermina.

Hermina juga menyarankan sebelum mengikuti program obesitas agar melakukan konsultasi terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi lain yang mendasari obesitas dan adanya pantangan tertentu dalam aktivitas fisik dan diet.



Simak Video "Sederet Penyakit yang Muncul karena Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia