Anemia Bisa Jadi Gejala Penyakit, Ini Penjelasan Konsultan Hematologi Unpad

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 28 Mei 2021 21:00 WIB
A women is feeling sick and sleeping on a sofa at home.
Foto: iStock
Jakarta - Anemia merupakan kondisi berkurangnya sel darah merah pada tubuh. Walaupun bisa dikatakan sebagai penanda adanya defisiensi nutrisi, anemia rupanya juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit.

Konsultan hematologi dari Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Delita Prihatini menuturkan, anemia karena defisiensi nutrisi disebabkan oleh berkurangnya bahan baku dalam membentuk sel darah merah.

Hal ini disampaikan Delita dalam Bincang Sehat yang digelar FK Unpad, Kamis (27/5/2021).

Delita menjelaskan, pasokan nutrisi yang menjadi bahan baku sel darah merah di antaranya yaitu zat besi, vitamin, asam folat, hingga protein. Adapun proses pembentukan sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah dalam tubuh dilakukan di sumsum tulang.

Ia mengatakan, ibarat sebuah pabrik, jika pasokan bahan bakunya kurang optimal, akan berdampak pada kualitas hasil produksinya.

Delita menambahkan, selain dari bahan baku yang kurang, ketidakoptimalan pembentukan sel darah merah juga disebabkan adanya kelainan pada 'mesin pembuat' sel darah merah. Secara medis, kelainan ini disebut dengan penyakit talasemia.

Ia mengatakan, faktor lain kemunculan anemia adalah kebutuhan darah yang meningkat. Kondisi ini terjadi tatkala seseorang mengalami perdarahan, sehingga rentan menyebabkan anemia.

Delita mengungkapkan, membedakan anemia karena nutrisi dengan penyakit bisa dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang paling umum adalah melakukan pemeriksaan sel darah menggunakan mikroskop.

Ia mengatakan, adapun pemeriksaan menggunakan mikroskop dilakukan untuk memprediksi penyebab anemia.

"Walaupun tidak terlalu tepat, tetapi (pemeriksaan) bisa memprediksi kelainan ini (terjadi) karena pabriknya, bahan bakunya, atau karena kebutuhan meningkat tadi. Terlihat dari bentuk sel darahnya," kata Delita dalam Bincang Sehat FK Unpad, Kamis (27/5/2021), seperti dikutip dari situs resmi Unpad.

Konsultan hematologi Unpad Susi Susanah menuturkan, anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin di bawah rata-rata.

"Anemia ini adalah kurang sel darah merah atau kurang darah, bukan tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah tidak ada hubungannya dengan anemia," ujar Susi dalam acara yang sama.

Susi menjelaskan, kadar hemoglobin ideal berbeda-beda sesuai kelompok umur.

Sesuai standar WHO, kadar hemoglobin untuk anak usia di bawah 5 tahun adalah 11 gram/desiliter. Sementara anak usia 5-10 tahun adalah 11,5 gram, anak usia di bawah 14 tahun kadar hemoglobinnya di bawah 12 gram, sedangkan di atas usia 14 tahun kadar hemoglobinnya mengikuti standar orang dewasa.

Susi menuturkan, ada tanda-tanda seseorang mengalami anemia yang umum terjadi. Ia menjelaskan, tanda anemia paling mudah terlihat dari warna pada telapak tangan, kaki, dan bantalan kuku. Jika bantalan kuku lambat memerah saat ditekan dan dilepas kembali, maka kondisi ini bisa dikategorikan sebagai anemia.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad ini menuturkan, seseorang juga bisa mengecek kadar darah pada konjungtiva atau kelopak mata bagian dalam. Saat kelopak ditarik, apabila kongjungtiva merah, maka kadar darahnya masih normal.

Ia menambahkan, gejala anemia yang kerap dijumpai adalah wajah pucat, gampang sesak, penurunan aktivitas, hingga mudah lelah.

"Anemia atau tidak, harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan," kata Susi.



Simak Video "Indra Darmawan, Lulusan Unpad yang Jadi Pemulung Budiman"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia