Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) ditutup besok Senin, 14 September 2026. Peminat bisa langsung mendaftar melalui https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/.
Sebelumnya, Beasiswa Zakat ini merupakan beasiswa dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama untuk mahasiswa baru jenjang S1 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Adapun pemberian beasiswa akan disalurkan maksimal 4 tahun.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur mengatakan dana zakat harus dimanfaatkan untuk program berdampak. Salah satunya dengan beasiswa.
"BeZakat bukan hanya tentang memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa, tetapi membangun ekosistem pemberdayaan melalui zakat," katanya dalam laman Kemenag dikutip Minggu (13/9/2026).
Sebelum pendaftaran ditutup, peminat bisa mendaftarkan diri dengan mengikuti syarat hingga cara pendaftaran di bawah ini.
Syarat Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026
Pendaftar yang akan mengikuti Beasiswa Zakat wajib memnuhi persyaratan berikut:
1. Muslim/muslimah
2. Warga Negara Indonesia (WNI)
3. Mengisi data diri lengkap dan data diri orang tua/wali serta mengunggah dokumen pendukung lainnya pada aplikasi pendaftaran daring
4. Mengunggah pas foto diri pendaftar terbaru berukuran 3x4 dengan background merah pada aplikasi pendaftaran daring
5. Memiliki ijazah/surat tanda tamat belajar asli SMA/SMK/STM/MA/sederajat atau lulusan satuan pendidikan berbasis pesantren, muadalah, atau berbasis pendidikan Islam lainnya di bawah binaan Kemenag dan Kemendikdasmen
6. Memiliki scan/fotokopi buku rapor nilai semester 1-5 dengan rata-rata 80 pada SMA/SMK/STM/MA/sederajat atau lulusan satuan pendidikan berbasis pesantren, muadalah, atau berbasis pendidikan Islam lainnya di bawah binaan Kemenag dan Kemendikdasmen
7. Memiliki bukti telah lulus seleksi masuk perguruan tinggi terdaftar melalui jalur Letter Of Acceptance (LOA), dibuktikan dengan dokumen penerimaan atau tangkapan layar dan atau KRS yang menampilkan dengan jelas prodi yang dipilih
8. Melampirkan invoice/surat tagihan UKT resmi dari perguruan tinggi dan bukti pembayaran UKT semester 1 yang menampilkan dengan jelas nilai pembayaran, tujuan pembayaran, tanggal pembayaran, dalam 1 format pdf
9. Menandatangani surat pernyataan komitmen dan pakta integritas di atas materai Rp10.000 dan ditandatangani oleh pendaftar dan orang tua/wali yang memuat pernyataan antara lain:
-Setia kepada Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan UUD 1945
-Tidak pernah, sedang, atau akan mendukung atau terlibat dalam gerakan, organisasi, atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila
-Mendahulukan kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi
-Tidak menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya (hoaks)
-Tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum dan norma sosial
-Tidak merokok dan/atau menggunakan rokok elektronik (vape)
-Berkomitmen melaksanakan sholat 5 waktu
-Tidak terlibat tindak pidana
-Tidak terlibat penyalahgunaan narkoba
-Tidak sedang mengajukan beasiswa pada instansi lain
-Tidak akan menerima double funding (pendanaan ganda)
-Tidak pernah menyelesaikan studi pada jenjang yang sama (S1)
-Mengikuti pendidikan secara penuh waktu dan bersedia tidak bekerja selama studi
-Bersedia mengikuti pembinaan
-Tidak mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama menjadi penerima beasiswa
-Bersedia menunda menikah selama menempuh studi
-Berkomitmen untuk tidak berpacaran selama menjalani masa studi
-Bersedia tidak pindah prodi atau perguruan tinggi
-Bersedia berkontribusi setelah selesai studi
-Memberikan data yang benar dan akurat
-Memahami seluruh ketentuan Beasiswa Zakat
10. Memiliki surat rekomendasi dari kepala satuan
pendidikan/tokoh agama/organisasi masyarakat/PTN/PTKIN/BAZNAS/LAZ
11. Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
12. Memiliki slip gaji Orang Tua/Wali atau surat keterangan penghasilan yang menunjukkan kategori asnaf fakir miskin
13. Memiliki kartu Indonesia Pintar (KIP) sekolah jika ada (opsional)
14. Melampirkan bukti tangkapan layar cek desil dari website cekbansos.kemensos.go.id
15.Melampirkan dokumen PDF berisi foto rumah (tampak depan, samping, ruang keluarga, dapur, belakang, kamar mandi) dan bukti pembayaran listrik 3 bulan terakhir Melampirkan surat keterangan Yatim (bagi pendaftar yatim)
16. Memiliki bukti prestasi akademik maupun non-akademik (khususnya dakwah/keagamaan)
17. Menulis Personal Statement (esai maksimal 1500 kata) dengan tema "Perjalanan Hidupku dan Mimpiku untuk Memberi Manfaat"
18. Menulis Esai Proyek Perubahan (maksimal 1500 kata)
Dokumen Persyaratan Beasiswa Zakat 2026
- Isian data diri pendaftar & orang tua/wali
- Pas foto terbaru 3x4 background merah
- Scan asli KTP dan kartu keluarga
- Scan KTP orang tua/wali
- Scan asli Ijazah/surat tanda tamat belajar
- Scan asli nilai rapor semester 1-5 (rata-rata minimal 80)
- Scan asli surat bukti kelulusan (LoA) dan Kartu Rencana Studi (KRS)
- Invoice UKT resmi dan bukti pembayaran UKT Semester 1
- Scan asli Surat Pernyataan Komitmen dan Pakta Integritas bermaterai
- Scan asli surat rekomendasi
- Scan asli Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
- Scan slip gaji atau keterangan penghasilan orang tua
- Bukti tangkapan layar cek desil (Kemensos)
- Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekolah (jika ada)
- Dokumen PDF foto-foto rumah, bukti kepemilikan, dan tagihan listrik
- Scan surat keterangan yatim (jika relevan)
- Scan asli surat keterangan berprestasi (hafidz 30 juz, pembina dakwah, atau prestasi lomba)
- Dokumen personal statement
- Dokumen proyek perubahan.
Jadwal Seleksi Beasiswa Zakat 2026
Pendaftaran: 24 Agustus-14 September 2026
Seleksi administrasi: 15-18 September 2026
Pengumuman hasil administrasi: 21 September 2026
Wawancara potensi diri, ruhiyah, dan akademik: 23 September-9 Oktober 2026
Pengumuman hasil wawancara: 14 Oktober 2026
Wawancara komitmen dan kepribadian bersama orang tua/wali: 21 Oktober-5 November 2026
Pengumuman kelulusan: 18 November 2026
Orientasi calon penerima beasiswa: Desember 2026.
Segera daftar Beasiswa Zakat 2026 sebelum terlambat, ya!
Simak Video "Video K-Talk: Kuliah di Korea Gak Cuma Pakai GKS atau LPDP, Caranya?"
(nir/nwk)