3 Program Pertukaran Pelajar SMA ke Luar Negeri, Ada yang Gratis-Dapat Uang Saku

ADVERTISEMENT

3 Program Pertukaran Pelajar SMA ke Luar Negeri, Ada yang Gratis-Dapat Uang Saku

Kalila Untsa - detikEdu
Jumat, 11 Sep 2026 06:30 WIB
Alfira, siswi MAN Insan Cendekia Tanah Laut, Kalimantan Selatan peserta pertukaran pelajar ke AS
Kennedy Lugar YES merupakan salah satu program beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat Foto: Abdur Rahman Ramadhan/detikcom
Jakarta -

Kesempatan mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya terbuka bagi mahasiswa. Siswa SMA juga dapat mengikuti berbagai program pertukaran pelajar yang memungkinkan mereka bersekolah di negara lain sekaligus mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat secara langsung.

Pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan untuk tinggal di luar negeri. Program pertukaran pelajar dapat membantu siswa membangun jejaring internasional sejak dini, melatih kemandirian karena harus beradaptasi jauh dari keluarga, serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing melalui interaksi sehari-hari.

Siswa juga dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat di negara tujuan. Pengetahuan semacam ini tentu berbeda dengan apa yang didapatkan hanya melalui buku atau pembelajaran di ruang kelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman sebagai peserta pertukaran pelajar juga bisa menjadi nilai tambah ketika siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengikuti program beasiswa. Namun, sebelum menentukan pilihan, calon peserta perlu memperhatikan karakteristik dan ketentuan masing-masing program.

ADVERTISEMENT

Sebab, tidak semua program pertukaran pelajar memiliki skema pendanaan dan durasi yang sama. Ada yang menyediakan beasiswa penuh atau fully funded, sementara program lainnya mengharuskan peserta menanggung biaya sendiri atau self-funded. Durasi program pun bervariasi, mulai dari satu tahun ajaran hingga hanya beberapa minggu selama masa liburan.

Lantas, apa saja program pertukaran pelajar ke luar negeri yang dapat diikuti siswa SMA?

1. Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES Program)

Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study atau YES Program merupakan salah satu program pertukaran pelajar yang menawarkan pendanaan penuh (fully funded).
Program ini diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk memperkuat pemahaman lintas budaya antara Amerika Serikat dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia.

Peserta berkesempatan tinggal dan bersekolah di Amerika Serikat selama satu tahun akademik. Selama mengikuti program, siswa juga tinggal bersama keluarga angkat atau host family.

Berdasarkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi calon peserta antara lain:

  • Siswa kelas 10 SMA/SMK/MA atau sederajat di Indonesia.
  • Warga Negara Indonesia (WNI), bukan pemegang paspor Amerika Serikat, tidak lahir di Amerika Serikat, dan salah satu orang tua bukan warga negara Amerika Serikat.
  • Mendapatkan persetujuan serta izin dari orang tua dan sekolah.
  • Tidak memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai staf Kedutaan Besar Amerika Serikat atau Organisasi Bina Antarbudaya.
  • Tidak memiliki orang tua atau saudara kandung yang pernah mengikuti Program YES.
  • Sehat secara fisik dan mental untuk mengikuti program. Siswa penyandang disabilitas juga didorong untuk mendaftar.
  • Memiliki prestasi akademik atau nonakademik yang dibuktikan melalui sertifikat atau surat keterangan. Prestasi minimal berada pada tingkat kota/kabupaten, atau calon peserta merupakan pengurus OSIS dan/atau MPK, seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, atau bendahara.
  • Memiliki nilai rata-rata rapor minimal 80 untuk semua mata pelajaran.

2. Asia Kakehashi Project - Jepang

Asia Kakehashi Project merupakan program beasiswa pertukaran pelajar dari pemerintah Jepang yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung sistem pendidikan, budaya, serta kehidupan sehari-hari di Negeri Sakura.

Program ini memprioritaskan siswa yang aktif dan memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kesempatan juga terbuka bagi siswa yang mempelajari bahasa Jepang di sekolah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, maupun kursus bahasa Jepang.

Selama program, peserta akan bersekolah di SMA di Jepang dan tinggal bersama keluarga angkat Jepang dari berbagai latar belakang yang tersebar di sejumlah wilayah. Dalam kondisi tertentu, peserta juga dapat memperoleh kesempatan tinggal di asrama sekolah.

Selain belajar dan beradaptasi dengan kehidupan di Jepang, peserta diharapkan dapat menjadi duta muda yang membantu mempererat pemahaman dan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Jepang. Peserta juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pengayaan yang menjadi bagian dari program.

Persyaratan Asia Kakehashi Project

Berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam bahan program, calon peserta harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia.
2. Berusia 15-18 tahun
3. Terdaftar sebagai siswa kelas 10 (X) SMA pada saat pendaftaran.
4. Mendapatkan nilai minimal B pada setiap mata pelajaran dalam ujian terakhir serta nilai rata-rata minimal B untuk seluruh mata pelajaran selama dua tahun terakhir.
5. Pernah atau sedang mempelajari bahasa Jepang dan memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan. Kemampuan tersebut perlu didukung sertifikat keikutsertaan dalam kursus atau klub bahasa Jepang dan/atau sertifikat JLPT.
6. Aktif dalam organisasi di sekolah maupun di luar sekolah serta memiliki potensi kepemimpinan yang kuat untuk menjadi jembatan hubungan Indonesia-Jepang selama dan setelah program.
7. Belum pernah mengikuti Asia Kakehashi Project sebelumnya.
8. Sehat jasmani dan rohani untuk mengikuti program.
9. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dilakukan Bina Antarbudaya.
10. Pendaftaran dan aplikasi dimulai pada Februari, sesuai pengumuman penyelenggara.

Fasilitas Beasiswa Asia Kakehashi Project

Bagi finalis yang terpilih, program menyediakan sejumlah fasilitas, antara lain:

  • Visa Jepang
  • Tiket perjalanan internasional dari negara asal ke Jepang dan sebaliknya, termasuk satu bagasi terdaftar
  • Perjalanan domestik dari dan ke kota asal untuk kegiatan orientasi dan reorientasi
  • Perjalanan dari dan ke kota tempat peserta tinggal selama berada di Jepang
  • Penempatan di keluarga angkat, sekolah menengah, atau asrama
  • Berbagai kegiatan orientasi, mulai dari orientasi pra-keberangkatan, kedatangan, pertengahan tahun, akhir masa tinggal, hingga reorientasi
  • Kegiatan pengayaan yang menjadi bagian dari program
  • Asuransi kesehatan, dengan pengecualian untuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, perawatan mata, dan perawatan gigi
  • Uang saku bulanan

3. Youth for Understanding (YFU)

Youth for Understanding atau YFU merupakan program pertukaran pelajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk tinggal bersama keluarga angkat sekaligus bersekolah di sekolah setingkat SMA di negara tujuan.

Selama mengikuti program, peserta menjadi bagian dari keluarga angkat dan menjalani berbagai aktivitas bersama, termasuk kegiatan sehari-hari hingga berlibur.
Berdasarkan persyaratan yang tercantum dalam bahan program, calon peserta harus memenuhi sejumlah ketentuan, yaitu:

-Warga Negara Indonesia.
-Berusia 15-18 tahun.
-Tidak memiliki nilai di bawah KKM dalam rapor selama dua tahun atau empat semester terakhir.

Berbeda dengan program yang menyediakan beasiswa penuh, dalam program YFU siswa atau orang tua peserta menanggung sejumlah biaya, meliputi:
* Biaya pendaftaran.
* Biaya program.
* Biaya lain di luar biaya pendaftaran dan biaya program.

Halaman 2 dari 2
(pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads