detikBali

Bupati Satria Ancam Usir Turis-turis Nakal di Nusa Penida

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Bupati Satria Ancam Usir Turis-turis Nakal di Nusa Penida


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Bupati Klungkung I Made Satria, Selasa (14/7/2026).
Foto: Bupati Klungkung I Made Satria, Selasa (14/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Bupati Klungkung I Made Satria mengungkapkan keinginannya untuk mengusir wisatawan nakal di Nusa Penida. Terutama bagi mereka yang datang membuat onar dan kerap melanggar aturan, juga mengabaikan ketertiban umum.

Keinginan tersebut akan dipastikan terwujud setelah ia mampu menjadikan Nusa Penida kawasan wisata berkualitas. Dengan menjadi pariwisata berkualitas yang ditopang infrastruktur dan sistem tata kelola yang memadai, kata Satria, barulah ia bisa selektif dalam menerima kunjungan wisatawan.

"Begitu kami sudah mampu menjadikan Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata berkualitas, tentu kami akan benar-benar selektif dalam menerima wisatawan yang datang," kata Satria kepada awak media di Nusa Penida, Selasa (14/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu wisatawan yang nakal akan langsung kami deportasi. Kebetulan kami sudah memiliki Kantor Imigrasi di Klungkung. Sangat mudah sekali kami untuk melakukan hal itu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, Satria menjelaskan langkah-langkah yang telah ia canangkan untuk mewujudkan Nusa Penida sebagai destinasi wisata berkualitas. Salah satu yang ia telah canangkan adalah menjadi Nusa Penida sebagai pulau hijau dan pariwisata hijau atau green island dan green tourism.

"Kita ingin pariwisata di Klungkung menjadi pariwisata berkualitas. Bukan yang ecek-ecek seperti sekarang ini. Untuk itu, langkah kita adalah menjadikan Nusa Penida sebagai green island dan green tourism di 2030," jelas Satria.

Langkah tersebut telah dimulai dengan mulai mencanangkan penggunaan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, digitalisasi pelayanan publik, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

"Jika semua sudah berjalan, pariwisata kita sudah berkualitas, sudah pasti kita akan lebih selektif. Wisatawan yang boleh masuk ke Nusa Penida tentunya hanya wisatawan yang berkualitas," pungkasnya.



(hsa/nor)










Hide Ads
LIVE