Tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan Banjar Uma Anyar, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, terdapat satu mata air yang belum banyak diketahui wisatawan. Namanya Tirta Tadah Uwuk. Tempat ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita dan nilai spiritual yang masih dijaga masyarakat setempat.
Saat detikBali berkunjung pada Sabtu (6/6/2026) pagi, suasana di kawasan itu tampak begitu sepi. Tidak ada satu pun pengunjung terlihat. Hanya suara burung dari pepohonan dan gemericik air Tukad Melangit yang mengalir di bawah petirtaan yang terdengar. Udara terasa sejuk, jauh dari hiruk pikuk Kota Semarapura yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan.
Di tengah suasana hening itu, detikBali bertemu dengan pengelola sekaligus penggagas Tirta Tadah Uwuk, Wayan Gde Darmika. Darmika merupakan Sekretaris Badan Pengelola Wisata Tirta Tadah Uwuk.
"Kawasan ini sebenarnya sudah kami rintis sejak 17 tahun lalu. Belakangan baru banyak yang tahu sejak setahun lalu," kata Darmika.
Menurut Darmika, tempat ini sebenarnya telah lama dibuka untuk umum. Namun, kunjungan wisatawan mulai meningkat sekitar setahun terakhir setelah mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Klungkung.
Dari sana, sejumlah influencer mulai datang membuat konten hidden gem untuk dibagikan di media sosial. Perlahan, nama Tirta Tadah Uwuk mulai dikenal wisatawan.
Daya tarik utama tempat ini berada pada petirtaan suci dengan sembilan pancuran yang mengikuti konsep Dewata Nawasanga.
Lima pancuran berada di bagian atas dan empat pancuran di bagian bawah. Di area paling bawah terdapat kolam umum yang dapat digunakan pengunjung tanpa harus mengenakan kain tradisional Bali atau kamen.
"Di bagian kedua, ada satu pancuran yang dikhususkan untuk upacara kematian. Itu pancuran dikasi terali besi," terangnya.
Simak Video "Video: Hidden Gem! Ngopi dengan View Gunung Catur di Badung Utara"
(dpw/dpw)