Masyarakat di Bali mampu hidup berdampingan dalam sebuah perbedaan keyakinan antar umat beragama yang memiliki tingkat toleransi tinggi dan masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Di tengah perbedaan ini, tempat-tempat spiritual di Bali memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan hidup dan warisan budaya masyarakat.
Kabupaten Buleleng yang terletak di wilayah Bali Utara menyimpan keberagaman tempat wisata spiritual yang sarat akan makna dan ketenangan. Mulai dari pura suci yang berdiri di tengah alam, hingga vihara di kawasan desa adat yang digunakan sebagai tempat meditasi penuh energi positif.
Baca juga: Wisata Religi Masjid-masjid Tertua di Bali |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika detikers ingin merasakan ruang tenang dan berhenti sejenak dari hiruk-pikuk keramaian kota, berikut lima rekomendasi tempat wisata spiritual di Buleleng yang wajib kalian kunjungi. Yuk, simak informasinya seperti yang telah dirangkum detikBali di bawah ini!
1. Brahma Vihara Arama
Perayaan Waisak di Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (23/5/2024). Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali |
Vihara Brahma Arama merupakan Vihara Buddha terbesar di Bali yang terletak di kawasan Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Brahma Vihara Arama pertama kali dibuka pada 1973 dan menjadi salah satu tempat wisata spiritual paling populer di Buleleng hingga saat ini. Vihara ini dibangun dalam pengertian sebagai taman kedamaian dengan sifat yang luhur.
Brahma Vihara Arama ini memiliki nilai spiritual yang kuat karena berfungsi sebagai pusat meditasi bagi seluruh umat Buddha di wilayah Bali dan sekitarnya. Kegiatan meditasi ini dipercaya mampu membersihkan pikiran dan mencapai kebijaksanaan yang sesuai dengan ajaran Buddha untuk melepaskan diri dari sifat duniawi yang sementara.
2. Klenteng Ling Gwan Kiong
Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, salah satu klenteng tertua di Gumi Panji Sakti, Buleleng, Bali. Foto: Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, salah satu klenteng tertua di Gumi Panji Sakti, Buleleng, Bali. (Made Wijaya Kusuma/detikBali) |
Klenteng Ling Yuan Gong merupakan salah satu kuil tertua di Kabupaten Buleleng yang didirikan pada 1873. Klenteng ini dibangun sebagai penghormatan kepada Chen Fu Zhen Ren yang pernah mencapai moksanya di Bali. Dalam bahasa Hokkien, Ling Gwan Kiong memiliki arti sebagai Istana Sumber Sakti yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat Tri Dharma yaitu Taoisme, Buddha, dan Konghucu.
Kini, Klenteng Ling Gwan Kiong menjadi simbol kerukunan serta situs bersejarah ikonik yang selalu dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara. Di kuil ini, wisatawan dapat melihat bentuk bangunan serta desain interior yang didominasi oleh ornamen-ornamen khas seperti Dewa Cina, kolam teratai yang indah, hingga mural yang dihiasi oleh corak merah dan emas yang memukau.
3. Tirta Masam Pura Taman Beji
Tirta Masam Pura Taman Beji atau yang biasa disebut dengan Pura Tirta Yeh Masem merupakan situs spiritual yang digunakan sebagai tempat melukat atau pembersihan diri bagi umat Hindu. Pura ini terletak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Berbeda dari tempat melukat pada umumnya, Pura Tirta Yeh Masem ini berada di kawasan Danau Buyan yang dikenal karena keunikan airnya yang terasa asam di lidah. Meskipun begitu, Pura Tirta Yeh Masem ini memiliki kekuatan spiritual kuat yang dipercaya dapat membersihkan energi negatif serta menenangkan pikiran dan batin bagi siapa saja yang melakukan proses melukat disini.
4. Pura Batu Bolong
Pura Batu Bolong, Buleleng, Bali. (Foto: Dok. Disbud Buleleng) |
Pura Batu Bolong adalah sebuah pura Hindu yang terletak di Desa Sawan, Kabupaten Buleleng. Masyarakat sekitar percaya, Pura Batu Bolong ini memiliki legenda lokal yang kuat berdasarkan asal-usul pembangunannya yang sering dikaitkan oleh perjalanan spiritual Dang Hyang Nirartha saat menyebarkan ajaran agama Hindu di Bali.
Konon katanya, Dang Hyang Nirartha memilih Pura Batu Bolong sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Siwa. Pohon beringin besar yang tumbuh di kawasan pura ini dianggap sangat sakral dan suci. Selain itu, daya tarik utama dari pura ini adalah keberadaan lubang atau celah pada batu yang mengeluarkan air dipadukan dengan kicauan burung yang merdu, dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi setiap wisatawan yang berkunjung.
5. Lumbung di Pura Yeh Lesung
Pura Yeh Lesung terletak di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Pura ini memiliki kaitan erat dengan sejarah desa karena keberadaan 11 lumbung atau lesung yang memiliki kekuatan spiritual dan unsur magis yang kuat. Lumbung-lumbung ini dianggap sakral karena dipercaya mampu mengobati berbagai berbagai jenis penyakit serta dapat mendatangkan rezeki.
Itulah ulasan mengenai beberapa tempat wisata spiritual di Buleleng. Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!
(nor/nor)













































