Karang Tirta, Surga Tersembunyi Pangandaran yang Kaya Sejarah

Karang Tirta, Surga Tersembunyi Pangandaran yang Kaya Sejarah

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Jumat, 15 Mei 2026 12:30 WIB
Pantai Karang Tirta Pangandaran
Pantai Karang Tirta Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Pangandaran -

Pangandaran seolah tak pernah kehabisan cerita soal destinasi wisata alamnya. Selalu ada sudut pesisir tersembunyi yang menyuguhkan panorama ciamik, salah satunya adalah Pantai Karang Tirta.

Terletak di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, pantai ini berjarak sekitar 8 km dari Bundaran Marlin. Wisatawan bisa menjangkaunya dengan mudah melalui jalur lintas pantai yang memanjakan mata.

Perjalanan menuju Karang Tirta pun terasa istimewa. Pengunjung akan melewati dua jembatan ikonik, yakni Jembatan Cikembulan dan Jembatan Ranggajipang. Dari atas jembatan inilah, lanskap estetik muara sungai yang bertemu laut mulai terlihat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tepat di bawah jembatan, mengalir muara Sungai Sukaresik yang terhubung langsung ke Pantai Cikembulan dan Karang Tirta. Aliran sungainya tenang, lengkap dengan pemecah ombak yang kokoh di area muara.

ADVERTISEMENT

Pantai Karang Tirta menawarkan paket lengkap bagi pemburu senja. Dikelilingi pepohonan cemara yang rimbun serta apitan sungai di sisi kiri dan kanan, tempat ini menjadi titik langka di mana pengunjung bisa menikmati sunrise sekaligus sunset di satu lokasi yang sama.

Keunikan lain Karang Tirta terletak pada karakteristik daratannya. Hamparan tanah merah menyatu apik dengan pasir hitam, sementara di atasnya tumbuh rerumputan hijau yang rapi. Konon, kawasan ini dulunya merupakan ladang subur tempat penggembalaan kerbau.

Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Sugeng, menjelaskan bahwa Karang Tirta memiliki nilai historis yang sangat kental bagi warga lokal. Nama tempat ini pun memiliki makna filosofis tersendiri.

"Karang adalah sebuah karangan atau tempat dan Tirta berarti sumber air. Apabila diartikan Karang Tirta merupakan sebuah wilayah yang mempunyai tempat air," ucap Sugeng, Selasa (12/5/2026).

Menurut Sugeng, Karang Tirta merupakan titik temu dari tiga sungai besar, yakni Sungai Cikeleung, Citonjong, dan Cibeureum.

Tak hanya soal keindahan alam, di sini juga terdapat situs keramat yang berada di dalam hutan Karang Tirta. Situs tersebut merupakan petilasan Suronto Amidjoyo, seorang tokoh asal Magelang yang datang pada zaman Kerajaan Mataram.

"Dia seorang petap yang tinggal dan menyepi di tempat tersebut. Beliau didatangi arwah Kirangga Djipang (orang pribumi asli Sukaresik) dan menangamanatkan kepada keturunan untuk mengurus dan menjadi kuncen/sepuh di wilayah Karang Tirta. Objek wisata Katir mulai dikenal wisata keluarga pada 1972," ujarnya.

Memasuki era 1980-an, popularitas Karang Tirta semakin meroket. Keindahan alamnya yang dramatis membuat pantai ini sering dijadikan lokasi syuting film kolosal legendaris, mulai dari Saur Sepuh*, *Angling Darma*, hingga *Mak Lampir.

Selain nilai sejarah dan sinematiknya, pantai ini adalah lumbung rezeki bagi warga sekitar. Kekayaan lautnya melimpah, mulai dari ikan belanak, teritip, kerang tiram, yode, siput, udang, hingga totok menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Dadan Sugistha, mengakui potensi besar Pantai Karang Tirta. Saat ini, pengelolaan kawasan tersebut dilakukan secara mandiri oleh pihak Desa Sukaresik.

"Bagus itu kan dekat jalan lintas pantai. Bisa diakses pakai motor dan mobil," ucap Dadan kepada detikJabar melalui pesan singkat.

Dadan menambahkan, keterlibatan warga setempat dalam pengelolaan menjadi kunci keberlangsungan wisata di sana.

Pantai Karang Tirta beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Dengan area yang luas, kawasan pesisir ini sangat ideal untuk berbagai aktivitas luar ruangan seperti outbound.

Saat detikJabar berkunjung pada Selasa (12/5/2026) pagi, suasana teduh dengan semilir angin laut langsung menyambut. Tak heran jika Karang Tirta menjadi spot favorit wisatawan untuk piknik keluarga atau sekadar berkumpul bersama kerabat.

Menjelang sore, suasana berubah semakin magis. Panorama matahari terbenam yang memukau menjadi magnet bagi pemburu foto estetik. Dengan debit air yang dangkal dan ombak yang tenang, pantai ini sangat aman bagi anak-anak untuk bermain air. Aktivitas lain seperti memancing dan berkemah pun menjadi daya tarik yang sulit ditolak.

Fasilitas di lokasi pun sudah cukup mumpuni untuk kenyamanan pengunjung, tersedia WC umum, tempat duduk, saung bambu, area camping, hingga deretan warung kecil yang menyediakan aneka hidangan.

Halaman 2 dari 2
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads