detikBali

Kunjungan Wisatawan ke Badung Tembus 1,5 Juta di Triwulan I 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kunjungan Wisatawan ke Badung Tembus 1,5 Juta di Triwulan I 2026


Sui Suadnyana, Agus Eka - detikBali

Arsitektur kuno yang masih dijaga kuat oleh masyarakat jadi magnet yang menarik wisatawan terus mengunjungi Pura Taman Ayun, Badung, Minggu (11/5/2025). (Agus Eka)
Foto: Arsitektur kuno yang masih dijaga kuat oleh masyarakat jadi magnet yang menarik wisatawan terus mengunjungi Pura Taman Ayun, Badung, Minggu (11/5/2025). (Agus Eka)
Badung -

Jumlah kunjungan wisatawan ke Badung menunjukkan tren positif pada awal 2026 dengan menembus angka 1,5 juta orang. Capaian triwulan pertama 2026 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Pada triwulan pertama tahun 2026 ini jumlah kunjungan mencapai 1,5 juta lebih, sementara tahun lalu di periode yang sama ada di angka 1,4 juta lebih. Sesuai data statistik Provinsi Bali, ada kenaikan jumlah kunjungan sekitar 16 ribu orang lebih pada awal tahun ini," kata Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan kunjungan ini terjadi secara konsisten dalam tiga tahun terakhir berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2024, kunjungan tercatat sebanyak 6,3 juta, kemudian melonjak menjadi 7,1 juta wisatawan pada 2025.

"Tahun 2026 jumlah kunjungan di awal tahun tercatat terus meningkat, jadi kondisi ini benar-benar harus kita pertahankan. Kita jaga terus karena perkembangan pariwisata ini menunjang perekonomian daerah dan menarik minat para penanam modal untuk berinvestasi," ujar Adi Arnawa.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung meminta pelaku usaha pariwisata memperkuat komitmen dalam menangani masalah sampah dan kemacetan meski di tengah ancaman isu global. Hal ini penting untuk menjaga citra destinasi agar tetap menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara maupun domestik.

"Saya minta pelaku pariwisata ikut andil dalam pengolahan sampah karena 41% sumber sampah itu berasal dari hotel dan restoran. Kita harus benar-benar menjaga kawasan destinasi kita dari ancaman sampah agar wisatawan tetap melirik Badung," beber mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Badung itu.

Dinas Pariwisata Badung kini mulai memperluas promosi ke wilayah Badung utara melalui pengembangan desa wisata dan agrowisata. Langkah ini diambil sebagai strategi pemerataan kunjungan agar tidak hanya terfokus pada destinasi di wilayah selatan.

"Kita mulai kenalkan wilayah utara sebagai destinasi agrowisata dan mempromosikan kembali sejumlah desa wisata di sana. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi semua pemangku kepentingan untuk bersinergi mendorong kemajuan sektor ini," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung.

Pengembangan desa wisata diproyeksikan sebagai pilar utama untuk mewujudkan pariwisata berkualitas yang berbasis pada kearifan lokal. Upaya penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta perbaikan kualitas daya tarik wisata secara berkelanjutan.

"Kami percaya pariwisata berkualitas itu akarnya ada di desa sehingga desa wisata bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi kekuatan utama budaya lokal. Lewat berbagai agenda acara dan promosi, kami harap jumlah kunjungan tahun ini bisa melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya," jelas Putri Mas Agung.




(iws/iws)











Hide Ads