detikBali

Sensasi Slow Living di Kubon Coffee dengan Hamparan Sawah Tegallalang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sensasi Slow Living di Kubon Coffee dengan Hamparan Sawah Tegallalang


Aryo Mahendro - detikBali

Suasana tenang dan santai di Kubon Coffee, Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Suasana tenang dan santai di Kubon Coffee, Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Riu dan Bart terlihat santai sembari menyeruput kopi di Kubon Coffee. Dua turis asing asal Belanda yang fasih berbahasa Indonesia itu sangat menikmati suasana kedai kopi di jalur trekking di kawasan persawahan Tegallalang, Gianyar, Bali, tersebut.

Riu sudah dua kali datang ke Kubon Coffee. Pria Belanda yang memiliki darah Indonesia itu mengaku terkesan dengan suasana tenang dengan sensasi slow living. Apalagi, nongkrong bersama putri dan rekan senegaranya.

"Suasana di sini enak dan tenang," kata Riu dalam bahasa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sinar matahari sedikit terik sore itu. Pengunjung datang silih berganti. Di depan kedai kopi sederhana itu, terdapat kolam ikan, sungai kecil dengan aliran air yang cukup deras. Suasana asri dengan hamparan sawah di sekitarnya mengingatkan halaman belakang rumah kakek dan nenek di kampung.

ADVERTISEMENT

Kubon Coffee cukup mudah ditemui dan dapat dilacak melalui Google Maps. Jika datang dari arah selatan atau pusat Kota Gianyar, arahkan kendaraan Anda ke Jalan Raya Andong dan lurus terus ke Jalan Raya Tegallalang.

Beberapa ratus meter setelah itu, ada jalan yang bercabang ke sisi kanan. Jalannya menurun dan berkelok. Sekitar 300 meter dari sana, ikuti kontur jalan menanjak. Seperti namanya, lokasi warung kopi ini berada di Banjar Kubon.

Suasana persawahan di sekitar Kubon Coffee, Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)Suasana persawahan di sekitar Kubon Coffee, Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

"Kami tutup tiap Selasa. Kalau hujan deras sejak pagi, warung juga ditutup," kata Defa, pemilik Kebon Coffee, Sabtu (24/1/2026).

Jalur masuk ke Kubon Coffee ada di sisi kiri jalan. Di sana ada rumah makan kecil dan loket masuk jalur trekking di area persawahan Tegallalang. Pengunjung yang datang mengendarai motor dapat memarkirkan kendaraan di dekat loket.

Setelah itu, pengunjung dapat berjalan menyusuri gang dengan tanda panah bertuliskan 'trekking' sampai mentok. Di ujung kanan, ada tangga yang sudah tertata dengan cor-coran beton dan mengarah ke bawah menuju lokasi Kubon Coffee.

Bangunan warung kopi ini sederhana, terbuat dari kayu dan anyaman bambu. Defa mulai membuka warung kopi tersebut sejak pertengahan 2024. Area sawah di sekeliling kedai kopi itu adalah milik keluarganya.

Defa menjalankan usaha tersebut seorang diri. Ia mengakui tak begitu banyak pengunjung yang mampir karena lokasinya di jalur trekking.

"Keramaian pengunjung tergantung cuaca. Hari Sabtu dan Minggu lebih ramai," imbuhnya.

Kubon Coffee buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 Wita. Selain kopi, Defa juga menyediakan kelapa muda, bir, hingga camilan.



(iws/iws)











Hide Ads