Sandiaga Ajak Maskapai Tambah Penerbangan Australia-Bali

Sui Suadnyana - detikBali
Senin, 11 Apr 2022 08:10 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno saat memberi keterangan pers di Bali, Minggu (10/4/2022). (Sui Suadnyana/detikBali)
Badung -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak maskapai penerbangan untuk menambah penerbangan rute Australia-Bali. Sandiaga menyebut bahwa pasar penerbangan Australia-Bali sangat siap.

"Saya tanya sama beberapa pelaku pariwisata ekonomi kreatif (perlu) ditambah satu flight sehari dari Perth, Melbourne dan Sydney. Pasarnya siap," kata Sandiaga saat konferensi pers di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (10/4/2022) malam.

"Kita seperti ada di lumbung padi. Jadi harus segera kita konversi jadi tambahan penghasilan bagi masyarakat di Bali dan peningkatan ekonomi," tambah Sandiaga.


Sandiaga menuturkan, dirinya telah berbicara dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengenai upaya penambahan penerbangan dari Australia. Namun maskapai plat merah tersebut sedang melakukan konsolidasi dan sampai Mei 2022 akan memfinalisasi proses restrukturisasi.

"Jadi pada waktu singkat ini agak sulit posisi Garuda Indonesia untuk menambah flight yang dua kali seminggu dari Sydney Tapi tentunya Garuda menjadi prioritas utama," terang mantan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta itu.

Selain itu, Sandiaga juga mengajak maskapai Jetstar Airways dan Qantas untuk yang mempunyai penerbangan rute Doha, Istanbul dan Dubai ke Bali untuk meneruskan perjalanannya ke Australia.

Hal itu guna menambah kunjungan wisatawan dari negeri kangguru ke RI, khususnya Bali. Sandiaga mengaku akan membicarakannya dengan Kementerian Perhubungan. Bali menurutnya sangat butuh kunjungan wisman terutama dari Australia.

"Ini yang nanti akan kita diskusikan dengan rekan-rekan Kementerian Perhubungan. Apakah untuk waktu yang sangat krusial ini bahwa kami diperbolehkan, karena Bali membutuhkan sekali," jelas Sandiaga.

Sandiaga menuturkan, dirinya telah melihat bahwa pasar Australia sudah sangat siap dan antusias untuk datang ke Bali. Memasuki bulan-bulan liburan ini mereka sangat menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah yang baru saja diumumkan.

"Nah, antusiasme ini kita harus tangkap cepat karena tentunya kita ingin pemulihan ekonomi, khususnya Bali dan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa kembali ditingkatkan momentumnya. sekaligus juga kita bisa buka lagi peluang lapangan kerja bagi masyarakat di Bali," ujarnya.

Sandiaga bahkan menargetkan 1,4 juta kunjungan wisatawan dari Australia dalam beberapa periode ke depan. Pihaknya akan memastikan kesiapan tersebut sebagai bagian dari penataan pasca-pandemi memasuki era endemi.

"Di Australia ini sudah buka masker di tempat terbuka, tapi kita kan di sini belum. Jadi ini yang perlu kita sosialisasikan. Mereka tidak bermasalah sama sekali. Namun di dalam ruangan dan di dalam pesawat semua masih pakai masker," kata dia.

"Saya juga melihat mulai 8 Maret kita buka, warga Australia memuncaki, baik di Bali maupun di Jakarta, warga Australia itu di atas 23 persen. Jadi ini pasar yang sangat-sangat memiliki potensi yang harus kita konversi sehingga kunjungan ini segera datang," Sandiaga menambahkan.



Simak Video "Lokasi Bandara Ngurah Rai Rawan Bencana, Ini Langkah Mitigasi BMKG"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)