Presiden Prabowo Subianto ingin menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun. Sebagai upaya mengejar target itu, Indonesia harus menambah kapasitas PLTS puluhan kali lipat dari posisi saat ini.
Potensi PLTS di Tanah Air memang besar. Namun, tantangan pembangunannya juga tak sedikit, mulai dari regulasi, pipeline proyek, perencanaan, kesiapan jaringan listrik sampai kebutuhan baterai penyimpanan energi.
Lantas, apakah ambisi Prabowo ini realistis?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT