Wakapolres Muratara, Kompol Ermi, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat korban dipanggil oleh pelaku ke ruang perpustakaan dengan dalih diajarkan cara menulis melalui dikte. Usai sesi belajar tersebut, pelaku memegang bagian tubuh sensitif korban. Tak terima dengan perlakuan tersebut, korban langsung melapor kepada orang tuanya hingga kasus ini resmi diproses oleh pihak kepolisian
Embed Video