detikBali

Kisah Juventus Datangkan Ronaldo yang Tak Disetujui Marotta

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kisah Juventus Datangkan Ronaldo yang Tak Disetujui Marotta


Randy Prasatya - detikBali

BARCELONA, SPAIN - DECEMBER 08: Cristiano Ronaldo of Juventus F.C. is put under pressure by Lionel Messi of Barcelona during the UEFA Champions League Group G stage match between FC Barcelona and Juventus at Camp Nou on December 08, 2020 in Barcelona, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Foto: Cristiano Ronaldo (kiri) saat di Juventus, 2020. (Getty Images/David Ramos)
Bali -

Juventus pernah mendatangkan Cristiano Ronaldo pada transfer musim panas 2018. Mantan petinggi Juventus, Giuseppe "Beppe" Marotta, mengungkapkan cerita di balik itu.

Marotta mengakui tak setuju Juventus merekrut Ronaldo. Hal itu memicu perselisihan antara Marotta dengan Presiden Juventus Andrea Agnelli.

Juventus memboyong bintang asal Portugal itu setelah kontrak bersama Real Madrid habis. Beberapa bulan setelah kedatangan Ronaldo, Marotta pergi meninggalkan Juventus. Dia saat itu menjabat sebagai CEO dan Direktur Umum Area Olahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepergian Marotta sudah sejak lama dikaitkan dengan keputusan Agnelli membawa Ronaldo. Agnelli saat itu masih sebagai presiden Juventus.

"Itu sekarang sudah menjadi legenda urban. Memang benar saya tidak setuju dengan langkah itu, tetapi itu bukanlah sebuah perdebatan. Presiden telah membuat pilihannya, saya menerimanya," kata Marotta kepada DAZN.

ADVERTISEMENT

Marotta bergabung dengan Inter tak lama angkat kaki dari Juventus. Dia kini menjabat sebagai presiden klub. "Hari kepergian saya terasa sedih setelah delapan tahun, tetapi saya yakin bahwa ketika satu pintu tertutup, pintu lain akan terbuka," kata Marotta.

"Itu terjadi dalam waktu 24 jam. Saya sangat terkejut dengan telepon dari Presiden Inter (dahulu), Steven Zhang, sehingga saya mengira itu lelucon," sambungnya.




(hsa/nor)










Hide Ads