detikBali

Jawa Barat Juara Umum PESONAS 2026 di NTT, Borong 59 Emas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jawa Barat Juara Umum PESONAS 2026 di NTT, Borong 59 Emas


Simon Selly - detikBali

PESONAS II NTT Tahun 2026. Foto: Simon Selly/detikBali
Foto: PESONAS II NTT Tahun 2026. Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Kontingen Jawa Barat (Jabar) keluar sebagai juara umum Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jabar mengoleksi 135 medali dari tujuh cabang olahraga (cabor) yang diikuti.

Raihan tersebut terdiri dari 59 medali emas, 38 perak, dan 38 perunggu. Hasil ini mengantarkan Jabar ke posisi teratas dalam klasemen akhir perolehan medali PESONAS II 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Juara umum I PESONAS II NTT Tahun 2026 adalah Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 59 medali emas, 38 perak dan 38 perunggu," kata Ketua Panitia PESONAS II, Reny Marlina Un, dalam laporan penutupan di Kupang, Sabtu (17/10/2026), malam.

Jabar mengungguli DKI Jakarta yang menempati posisi kedua. Meski mengumpulkan medali terbanyak secara keseluruhan dengan total 156 medali, DKI Jakarta kalah dalam perolehan emas. DKI Jakarta meraih 50 emas, 52 perak, dan 54 perunggu.

Sementara itu, tuan rumah NTT menempati peringkat ketiga dengan raihan 63 medali, terdiri dari 21 emas, 20 perak, dan 22 perunggu.

ADVERTISEMENT

"Juara umum III, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan perolehan 21 medali emas, 20 perak, dan 22 perunggu," tambahnya.

Posisi keempat ditempati Kalimantan Selatan dengan 83 medali, yakni 18 emas, 30 perak, dan 35 perunggu. Adapun Sumatera Barat berada di urutan kelima dengan 40 medali, terdiri dari 11 emas, 22 perak, dan 7 perunggu.

Terpisah, Ketua SOIna Jawa Barat, Abdul Karim mengaku bersyukur karena pembinaan yang dilakukan selama ini berbuah manis.

"Kami bersyukur bahwa memang kemampuan anak itu bisa kami kembangkan. Jadi tidak sia-sia kami mempersiapkan atlet sebaik mungkin," ujar Abdul Karim.

Menurutnya, perjuangan 60 atlet Jabar di Kupang tidak mudah. Mereka harus beradaptasi dengan cuaca panas Kupang yang jauh berbeda dengan Jawa Barat, termasuk soal makanan.

"Tantangan itu pasti ada, karena perbedaan cuaca antara Jawa Barat dan di Kupang ini sangat beda. Tapi syukur semua dapat berjalan dengan lancar," katanya.

"Selain itu, tantangan kami juga dari segi penyesuaian makanan, karena masakan Kupang dan Jawa Barat lumayan jauh beda, tapi alhamdulillah bisa lewati semua," sambungnya.



Ia juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala, namun tidak menyurutkan semangat atlet.

"Terus terang memang kami kekurangan anggaran. Tetapi, kekurangan itu bagi saya bukan sesuatu yang harus ditangisi," tegasnya.

Abdul Karim menyebut pihaknya sejak awal menargetkan lebih dari 50 medali dari 7 cabang olahraga yang diikuti, dan target itu terlampau jauh.

"Kami ada 60 atlet. Sebelumnya kita sudah prediksi bahwa kita insyaallah bisa dapat medali di atas 50 medali, dari 7 cabor, kami ikuti semua," jelasnya.

Kini ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah bagi para atlet disabilitas berprestasi.

"Harapan kita kepada pemerintah dengan adanya perjuangan atlet yang sudah berjuang semaksimal mungkin, kita berharap adanya atensi dari pemerintah bagi atlet yang berhasil juara itu diberikan penghargaan," pungkas Abdul Karim.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads