detikBali

Tuan Rumah NTT Koleksi 3 Emas, Puncaki Klasemen Tenis Meja PESONAS 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tuan Rumah NTT Koleksi 3 Emas, Puncaki Klasemen Tenis Meja PESONAS 2026


Simon Selly - detikBali

Suasana saat para atlet cabor Tenis meja bertanding, yang ditonton langsung oleh Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni di lapangan tenis meja, Jumat (16/10/2026) malam. Foto: Simon Selly/detikBali
Foto: Suasana saat para atlet cabor Tenis meja bertanding, yang ditonton langsung oleh Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni di lapangan tenis meja, Jumat (16/10/2026) malam. Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Tuan rumah Nusa Tenggara Timur (NTT) memimpin klasemen sementara perolehan medali cabang olahraga (cabor) tenis meja Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026. Hingga Jumat (16/10/2026), NTT mengoleksi tiga medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari nomor tunggal putra dan putri.

"Jadi tiga emas ini didapatkan dari divisi dua, di antaranya dari tunggal putra dan satu dari tunggal putri," ungkap Referee Cabor Tenis Meja PESONAS II, Ken Djami di Kupang, Jumat (16/10/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ken menjelaskan, perolehan tersebut membuat NTT berada di puncak klasemen sementara, unggul atas Jawa Barat yang membayangi di posisi kedua dengan dua medali emas dari masing-masing divisi tunggal putra-putri.

Sementara di posisi ketiga ditempati beberapa daerah yang masing-masing meraih satu emas, yakni Jawa Tengah dari tunggal putri, DKI Jakarta dari tunggal putri, dan Sumatera Barat dari tunggal putra.

ADVERTISEMENT

"Kemudian Kalimantan Timur dua medali perak, Kalimantan Selatan dua medali perunggu, Sumatera Selatan satu perak dan NTB satu perunggu. Jadi medali ini untuk kategori tunggal," jelas Ken.

Ken menjelaskan, pertandingan resmi tenis meja PESONAS II 2026 baru dimulai pada Jumat setelah sehari sebelumnya panitia menggelar divisioning atau pengelompokan atlet berdasarkan kemampuan.

"Untuk hari ini PESONAS Cabor Tenis Meja ini, kita sudah mulai pertandingan resmi, setelah kemarin kita laksanakan divisioning," katanya.

Pada hari pertama pertandingan resmi, panitia mempertandingkan nomor tunggal putra dan putri. Seluruh divisi menggunakan sistem round robin, yakni setiap atlet bertanding melawan atlet lainnya untuk menentukan peringkat.

"Untuk pertandingan hari ini, kita hanya menggunakan sistem round robin (semua pemain saling bertemu) untuk semua divisi, agar mendapatkan peringkat," tukas dia.

Khusus Divisi I tunggal putra, sistem round robin digunakan untuk menentukan enam atlet yang lolos kualifikasi. Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan sistem gugur hingga babak semifinal.

"Untuk final dan perebutan juara III Divisi I baru akan digelar besok. Untuk mengejar target, besok masih akan memperebutkan 7 medali emas lagi dari nomor ganda," urai Ken.

"Besok itu kami masih akan laksanakan ganda putra dengan dua divisi yang artinya masih memperebutkan 2 medali emas lagi, sedangkan ganda putri ada satu divisi jadi ada satu emas untuk direbut. Sedangkan untuk divisi ganda campuran itu ada empat divisi. Jadi masih akan memperebutkan empat medali emas besok," lanjut dia.

Tingginya jumlah pertandingan membuat panitia menambah jumlah wasit yang bertugas dari 13 menjadi 21 orang. Sebanyak 13 wasit di antaranya memiliki lisensi nasional, sedangkan sisanya merupakan wasit tingkat provinsi dan daerah.

"Sebanyak 13 di antaranya berlisensi nasional, sisanya wasit provinsi dan daerah, namun dalam penugasan di PESONAS semua diperlakukan sama. Sejauh ini pertandingan berjalan dengan aman dan lancar," pungkas Ken.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads