Pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram alias Bale Mentaram tahap kedua terus dikebut. Realisasi proyek yang berada di Jalan Gajah Mada, Mataram, ini ditargetkan bisa mencapai 27% pada akhir 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mataram, Lale Widiahning, optimistis bisa mengejar target 27% hingga akhir tahun. Lale juga optimistis penyedia jasa siap menerapkan strategi kerja lembur untuk mengejar target tersebut.
"Kami optimistis karena mereka berani menawar dan sudah tahu risiko. Itu yang menguatkan kami untuk berkontrak," kata Lale saat diwawancarai, Kamis (15/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini berbagai bahan untuk pemancangan sudah berdatangan dan segera dipasang. Kondisi itu menjadi satu pertanda baik dan semoga bisa selesai sesuai target yang ditetapkan," sambung Lale.
Lale mengungkapkan kontraktor akan melakukan kerja lembur dengan skema kerja tiga sif setiap hari untuk mempercepat target realisasi 27% di akhir tahun. Pembagian sif yakni pukul 07.00 Wita sampai 15 Wita, pukul 15.00 Wita hingga 22.00 Wita, dan pukul 22.00 Wita sampai 07.00 Wita.
"Melalui pembagian waktu ini, pengerjaan proyek dapat terus digenjot secara maksimal," ungkap Lale.
Pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram tahap dua ini menggunakan skema multiyears selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pada tahun ini mengucurkan anggaran sekitar Rp 58 miliar. Dana itu fokus untuk konstruksi di beberapa titik, yakni struktur utama, pemancangan, pengecoran lantai basemen, lantai satu bagian belakang, serta lantai dua pada sayap kiri dan kanan bangunan.
Pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram dikerjakan oleh PT Damai Indah Utama (PT DIU) dengan harga hasil negosiasi sebesar Rp 170,6 miliar. Dana itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Mataram.