detikBali

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Pinisi Tenggelam di TN Komodo

Terpopuler Koleksi Pilihan

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Pinisi Tenggelam di TN Komodo


Ambrosius Ardin - detikBali

Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban hilang Pinisi Feronia yang tenggelam di perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/10/2026).
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian korban hilang Pinisi Feronia yang tenggelam di perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/10/2026). (Foto: Dok. Polres Manggarai Barat)
Manggarai Barat -

Polisi menyelidiki dugaan kelalaian dalam insiden tenggelamnya kapal pinisi Feronia di perairan Batu Bolong, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kecelakaan kapal itu mengakibatkan seorang penumpang bernama Veronica Beatrix Jessica (23) belum ditemukan hingga saat ini.

Veronica merupakan perempuan asal Jakarta yang berprofesi sebagai instruktur penyelaman (diving) bagi puluhan wisatawan di kapal yang tenggelam tersebut. Perempuan berusia 23 tahun itu terjebak dalam toilet saat kapal tenggelam pada Selasa (13/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah hukum diambil oleh jajaran Polres Manggarai Barat dengan menerbitkan Laporan Polisi Model A guna memproses penyelidikan secara formal," kata Kasatpolairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung, Rabu (14/10/2026).

Leonardo mengatakan penyidik akan memeriksa nakhoda, kepala kamar mesin (KKM), dan tiga anak buah kapal (ABK) lainnya terkait insiden kapal tenggelam tersebut. Ia menjelaskan hasil analisis awal menunjukkan faktor cuaca di permukaan tergolong baik dan tidak terdapat gelombang tinggi saat kapal wisata tersebut tenggelam perairan TN Komodo. Namun, perairan tersebut memiliki karakteristik arus bawah laut yang sangat kuat dan berputar.

ADVERTISEMENT

"Kami juga akan memanggil pihak agen pelayaran dan pemilik kapal untuk dimintai keterangan terkait dugaan unsur kelalaian (human error) dalam mengantisipasi navigasi arus ekstrem," ujar Leonardo.

Selain faktor arus laut, polisi mengindikasikan adanya kendala stabilitas pada struktur fisik kapal wisata tersebut. Menurut Leonardo, kapal tersebut rentan tenggelam saat diterjang arus kencang karena kondisi lambung kapal relatif kecil, tapi struktur kabinnya tergolong tinggi.

"Lambung KM Feronia relatif pendek dan kecil tetapi ditopang struktur kabin atas yang cukup tinggi. Hal ini membuat kapal sangat rentan terbalik saat dihantam pusaran arus air yang kuat," jelas Leonardo.

Kapal pinisi Feronia yang tenggelam itu mengangkut 30 orang, terdiri dari 25 penumpang dan lima kru termasuk nakhoda. Selain Veronica, sebanyak 24 penumpang dan kru kapal lainnya telah berhasil dievakuasi dengan selamat.

Tim SAR Temukan Bantal Sofa

Tim SAR gabungan masih berjibaku mencari Veronica korban tenggelam kapal wisata di perairan TN Komodo. Hingga Rabu sore, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

"Hari ini masih belum ditemukan," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, seusai rapat evaluasi tim SAR gabungan di Posko operasi SAR Veronica, pelabuhan Marina Labuan Bajo, Rabu (14/10/2026) sore.

Sementara itu, Tim SAR menemukan bantal sofa mengapung di sekitar lokasi kapal tenggelam pada Rabu siang. Namun, belum diketahui apakah bantal sofa itu berasal dari kapal tenggelam tersebut.

"Dapat bantal sofa," kata Kasatpolairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung.

Pencarian Veronica masih berlangsung dan tim SAR mengerahkan sejumlah penyelam untuk mencari korban. Leonardo mengatakan keberadaan korban di dalam toilet sebelah kiri kapal saat insiden terjadi menjadi fokus perhatian tim penyelam.

"Saat kapal mendadak terbalik ke sisi kiri akibat terhempas pusaran arus, korban berada di toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam. Korban tidak sempat keluar dan diduga kuat ikut tenggelam bersama lambung kapal. Karena itu penyelaman ke bangkai kapal menjadi prioritas," ujar Leonardo.

Selain penyelaman, tim SAR gabungan juga melakukan pencarian korban di permukaan air. Sejumlah kapal dikerahkan untuk menyusuri permukaan air di sekitar lokasi kejadian.

"Fokus utama operasi pencarian hari ini adalah melakukan penyisiran permukaan (surface searching), pemetaan arah arus, serta menerjunkan tim penyelam profesional dari P3Kom yang berkolaborasi dengan Basarnas dan Polairud untuk mengidentifikasi kondisi teknis bangkai kapal di dasar laut," jelas Leonardo.

Terdapat 16 penyelam yang dikerahkan untuk mencari korban. Para penyelam tersebut terdiri dari dua personel Pos SAR Labuan Bajo, dua personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo, delapan penyelam dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM), dan empat penyelam teman korban.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads