Armada pengangkut sampah mengular di sejumlah TPS di Kota Mataram. Armada tiga roda, pikap hingga truk sampah antre menunggu giliran setelah adanya pembatasan ritase pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok, Lombok Barat.
Berdasarkan pantauan detikBali, sejumlah TPS di Kota Mataram mulai dikepung armada pengangkut sampah. Armada tersebut datang lebih awal dari jadwal agar sampah yang dibawa operator bisa segera dipindahkan ke truk DLH.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, antrean panjang tersebut terjadi karena armada pengangkut sampah datang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antrean itu disebabkan oleh jam buang. Kita kan sudah sepakati jam buangnya sampai jam berapa. Nah ketika mereka datang lebih awal, otomatis mereka ngantre dulu sebelum dump truck-nya datang ke situ," kata Nizar saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (27/9/2026).
"Nah, itu yang menyebabkan antrean-antrean itu di situ," sambungnya.
Nizar mengatakan pembatasan ritase di TPA Kebon Kongok berdampak pada proses pengangkutan sampah menuju TPA.
"Pengangkutan saja,' ujarnya.
Meski terjadi pembatasan ritase di TPA Kebon Kongok, Nizar memastikan sampah dari rumah tangga tetap diangkut seperti biasa.
"Tetap diambil kok, nggak ada pembatasan di rumah tangga. Tapi kami berharap agar masyarakat bisa membantu (kami dengan) mengolah sendiri sampahnya. Entah itu dibuat tempah dedoro organik atau membuat lubang bopori, itu yang kami harapkan, sehingga bisa mengurangi sampah yang kita buang ke TPA Kebon Kongok," ungkapnya.
Salah satu operator sampah di TPS Mobile di Jalan Dr Soetomo, Karang Baru, Kota Mataram mengaku antrean armada mulai terjadi pekan ini. Kondisi itu terjadi setelah adanya pembatasan ritase sampah dari Mataram menuju TPA Kebon Kongok di Lombok Barat.
"Sudah seminggu antre begini, kita tunggu truk datang. Jadi sampahnya bisa langsung dibawa ke TPA, biar nggak mengendap disini kelamaan," katanya.
Dalam sehari, Kota Mataram membuang sampah ke TPA Kebon Kongok sebanyak 4 ritase. DLH Mataram memiliki 32 dam truk untuk mengangkut sampah warga Mataram menuju TPA.
Dalam satu ritase, satu dam truk bisa mengangkut sekitar 8 ton sampah. Jika normal 4 ritase, 32 dam truk tersebut membawa sekitar 256 ton sampah per hari.