Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak cepat menyiapkan lahan kosong untuk dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) mobile di Lingkungan Monjok, Mataram. Pasalnya, warga Monjok terpaksa membuang sampah di area kantor kelurahan setempat sejak tiga tahun terakhir.
Kondisi itu terjadi setelah rencana pemindahan lokasi TPS Mobile mendapat penolakan dari warga sekitar. Walhasil, tumpukan sampah di area kantor lurah itu kerap menimbulkan bau hingga mengganggu kenyamanan dan pelayanan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permasalahan ini memang sudah lama dan kami sudah carikan tempat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (23/9/2026).
Alwan menilai terdapat dua lokasi yang cukup representatif untuk dijadikan TPS Mobile di Kelurahan Monjok, yakni lahan di sekitar perumahan guru dan lahan kosong di dekat jembatan Monjok. Ia berharap lokasi TPS Mobile itu dapat mempermudah masyarakat untuk membuang sampah.
"Sekarang kami carikan tempat yang representatif dan enak dijangkau masyarakat, serta mempermudah transportasi Dinas LH bisa cepat melakukan pengangkutan sampah. Mudah-mudahan hari ini ada jalan keluarnya," imbuhnya.
Sebelumnya, halaman Kantor Lurah Monjok di Jalan Terusan Bung Hatta, Gang Kedur, Kota Mataram, berubah fungsi menjadi tempat penampungan sampah sementara. Kondisi itu terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Plt Lurah Monjok, Mulya Hidayat, mengatakan rencana relokasi TPS Mobile hingga kini belum menemukan titik temu. Menurutnya, ada dua kendala utama yang membuat rencana tersebut mandek.
Kendala pertama yakni akses jalan menuju lokasi yang diusulkan harus melintasi kawasan permukiman padat penduduk. Kendala kedua adalah penolakan warga setempat.
"Sejak tahun lalu sampai sekarang, kami sudah cari alternatif tempat (TPS Mobile). Pemda juga sudah siap, jika ada lokasi yang representatif, Pemda siap membebaskan," kata Mulya yang juga Camat Selaparang itu, Selasa.
Pantauan detikBali di lokasi, sampah rumah tangga milik warga sekitar tampak berserakan di halaman kantor Lurah Monjok. Tumpukan sampah membuat area tersebut mengeluarkan bau menyengat serta cairan berwarna hitam.
(iws/iws)