detikBali

181 Cakades Berebut Kursi Kades di Manggarai Barat, 3 Perempuan

Terpopuler Koleksi Pilihan

181 Cakades Berebut Kursi Kades di Manggarai Barat, 3 Perempuan


Ambrosius Ardin - detikBali

Ilustrasi pemilihan kepala desa (pilkades). (Gemini AI)
Ilustrasi pemilihan kepala desa (pilkades). (Gemini AI)
Manggarai Barat -

Sebanyak 181 calon kepala desa (cakades) bertarung pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 29 September mendatang. Tiga Cakades tersebut adalah perempuan. Ada 64 desa yang melaksanakan Pilkades serentak di Manggarai Barat.

"Jumlah calon kades dari 64 desa yang melaksanakan pilkades 181 orang, calon perempuan 3 orang," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Barat Aloysius Lahi, Selasa (22/9/2026).

Aloysius menjelaskan tiga cakades perempuan itu masing-masing bertarung di Desa Macang Tanggar Kecamatan Komodo, Desa Waka Kecamatan Pacar, dan Desa Racang Welak Kecamatan Welak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan sebelum pemungutan suara, tahapan Pilkades serentak dimulai dengan deklarasi damai calon yang dilaksanakan hari ini. Selanjutnya, masa kampanye 23-25 September, masa tenang 26-28 September, dan pemungutan suara pada 29 September.

ADVERTISEMENT

Aloysius mengaku ada sejumlah desa yang menggelar Pilkades masuk kategori rawan. Dia menyebut data desa rawan itu ada di Polres Manggarai Barat. Sejumlah antisipasi dilakukan.

"Antisipasinya antara lain melibatkan unsur Polri, TNI dalam deteksi dan pengamanan, deklarasi damai calon yang dilaksanakan serentak di desa hari ini," jelas Aloysius.

Selain itu, ada larangan ASN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beraktivitas di desa yang menyelenggarakan Pilkades mulai hari ini hingga hari pemungutan suara. Pengecualian untuk ASN yang menangani terdampak gempa bumi.

"Surat penegasan agar perangkat daerah tidak melaksanajan aktifitas di 64 desa yang pilkades mulai tanggal 22 s/d 29 September 2026 agenda deklarasi damai, masa kampanye, masa tenang dan pencoblisan kecuali pelayanan terkait bencana," jelas Aloysius.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads