Kafilah Nusa Tenggara Barat (NTB) torehkan prestasi signifikan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). NTB menduduki peringkat kesembilan dengan 34 poin.
Ketua Kafilah NTB, Amir, mengatakan capaian ini menjadi momen kebangkitan. Musababnya, pada edisi MTQ Nasional sebelumnya, NTB hanya berada di posisi ke-18.
Pria yang juga menjabat Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) NTB itu mengungkapkan hasil MTQ tahun ini menjadi pijakan penting untuk menata prestasi di kancah nasional yang sempat menurun dalam beberapa penyelenggaraan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir tahun 2016 ketika NTB menjadi tuan rumah, kita berada di peringkat empat. Setelah itu, prestasi kita menurun. Alhamdulillah pada MTQ Nasional ke-31 ini, NTB mampu kembali masuk 10 besar dengan berada di peringkat sembilan," ujar Amir melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).
Amir menegaskan kebangkitan NTB tidak diraih secara instan. Persiapan matang dilakukan lewat program Training Center (TC) secara intensif selama 38 hari untuk mematangkan mental dan kemampuan peserta. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kuat Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan pemerintah kabupaten/kota.
"Tahun ini persiapannya berbeda. Komitmen Pak Gubernur untuk memajukan MTQ dan memperkuat kembali pembinaan qari-qariah serta hafiz-hafizah kita begitu kuat. Untuk kali pertama, kita adakan TC. Tak tanggung-tanggung, TC berlangsung selama 38 hari," tegas Amir.
Hasil dari gemblengan tersebut, Amir berujar, sebanyak delapan peserta NTB berhasil membawa pulang penghargaan di berbagai cabang perlombaan. Juara I qira'at mujawwad dewasa putri, juara II tafsir bahasa arab, dan juara III tilawah dewasa putri.
Selain itu, kontingen NTB juga meraih juara III tilawah anak-anak putri, harapan I hafalan al-qur'an 10 juz, dan harapan II hafalan 30 juz. Ada juga harapan III qira'at mujawwad al-qur'an dewasa putra dan harapan III tilawah remaja putra.
"Prestasi ini tidak lepas dari pembinaan yang makin baik dan kontinu dalam menyiapkan qari-qariah dan hafiz-hafizah oleh LPTQ dan pemerintah kabupaten/kota, serta seleksi yang ketat secara berjenjang," jelas Amir.
Amis memastikan menjadi peringkat ke-9 di Semarang ini diharapkan menjadi modal kuat bagi NTB untuk terus melahirkan talenta-talenta Al-Qur'an terbaik yang siap bersaing di level nasional maupun internasional.