Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kampung Lopijo, Desa Heawea, Aimere, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), hangus terbakar, Selasa (15/9/2026) siang. PLTS itu melayani listrik ratusan rumah dan fasilitas umum (fasum) di wilayah tersebut.
Dalam video yang dilihat detikBali, terlibat kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi. Beruntung, kobaran api tidak merembet ke rumah-rumah warga di dekat PLTS tersebut.
"Benar ada kebakaran. Dampak dari kebakaran itu, aki inverter, kabel-kabel dan semua aksesoris kelistrikan PLTS serta bangunan (hangus terbakar)," kata Kepala Desa Heawea, Fransisikus Day.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada korban jiwa mau pun terluka dan tak ada bangunan lain terbakar. Menurut dia, kebakaran dipicu korsleting listrik. "Penyebabnya korslet karena api muncul dari dalam bangunan itu," ujar Fransisikus.
Layanan listrik untuk ratusan rumah, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas kesehatan terdampak kebakaran PLTS tersebut.
"Yang dilayani atau digunakan pakai listrik tenaga surya ada 115 rumah dan fasilitas umum, Pustu, SDK Lopijo, SMPN 5 Aimere, rumah ibadah, kantor desa, posyandu," jelas Fransisikus.