detikBali

Benda-benda Bersejarah NTB Tersimpan di Art Gallery of South Australia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Benda-benda Bersejarah NTB Tersimpan di Art Gallery of South Australia


Ahmad Viqi - detikBali

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda berkunjung ke AGSA, Adelaide, Australia. (Foto: Dok. Pemprov NTB)
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda berkunjung ke AGSA, Adelaide, Australia. (Foto: Dok. Pemprov NTB)
Mataram -

Sejumlah benda bersejarah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersimpan rapi di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, Australia. Mulai dari kain ritual Lombok Utara, kampuh atau leang Lombok Tengah, tekstil songket, hingga manuskrip daun lontar Hikayat Nabi Yusuf.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengunjungi langsung AGSA untuk menelusuri berbagai koleksi benda bersejarah asal NTB tersebut. Perempuan yang akrab disapa Dinda itu mengatakan warga NTB perlu mengetahui nilai yang terkandung pada benda-benda bersejarah itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada pusaka keris Kerajaan Bima yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18 masih tersimpan di AGSA," ujar Dinda dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

"Yang harus kita bawa adalah cerita, pengetahuan, nilai, dan sejarah yang ada di balik setiap benda itu," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Dinda mengakui banyaknya koleksi bersejarah NTB yang tersimpan di luar negeri. Menurutnya, perlu dilakukan pendataan dan membangun komunikasi dengan lembaga internasional pengelola museum terkait benda-benda tersebut.

Ia juga berpesan agar generasi muda NTB dapat memanfaatkan jaringan internasional untuk kemajuan daerah. Selain itu, dia menyebut pemerintah menyerap aspirasi potensi pembukaan konektivitas penerbangan langsung rute Adelaide-Lombok untuk mendukung sektor pariwisata dan investasi.

"Pariwisata membawa orang datang, kebudayaan membuat orang memahami siapa kita. Dua hal ini harus saling menguatkan," pungkas Dinda.

Dalam kunjungan tersebut, kisah-kisah mengenai Pulau Seribu Masjid juga turut diperkenalkan melalui peluncuran buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections. Acara itu dihadiri para peneliti, kurator, kolektor tekstil, hingga Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia, Senator The Hon Don Farrell.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia, menuturkan buku karya pengumpul tekstil Michael Abbott tersebut menggambarkan hubungan persahabatan dan akulturasi budaya antara Lombok dan Bali tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

"Publikasi ini penting untuk meningkatkan penghargaan terhadap penenun sekaligus menginspirasi generasi muda," kata Sinta.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mendorong agar diplomasi budaya ini mendapatkan dukungan berkelanjutan dari sisi regulasi dan anggaran. Upaya tersebut diharapkan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan perajin dan budayawan lokal.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads