detikBali

Buaya di Perairan TN Komodo Tak Ditangkap, BTNK: Akan Pindah Sendiri

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Buaya di Perairan TN Komodo Tak Ditangkap, BTNK: Akan Pindah Sendiri


Ambrosius Ardin - detikBali

Buaya muncul di sejumlah titik perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/7/2026). (Istimewa)
Foto: Buaya muncul di sejumlah titik perairan TN Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/7/2026). (Istimewa)
Manggarai Barat -

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memastikan tak menangkap buaya yang sebelumnya muncul di perairan Strawberry Rock dan Pulau Kalong, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alasannya karena satwa liar itu akan berpindah tempat dengan sendirinya.

"Secara naluriah alami, semua binatang liar akan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya," jelas Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga, Sabtu (18/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hengki pun mencontohkan komodo yang berenang di laut tapi tak ditangkap. Komodo yang berenang tersebut akan kembali dengan sendirinya ke daratan.

Titik kemunculan buaya di TN Komodo tersebut merupakan spot diving dan snorkeling. Hengki meminta pelaku wisata dan wisatawan untuk waspada terhadap keberadaan buaya di perairan TN Komodo.

ADVERTISEMENT

"Ya (Strawberry Rock dan Pulau Kalong spot diving-snorkeling)," ujar Hengki.

Sebelumnya, buaya tersebut terlihat berenang di permukaan air pada Jumat (17/7/2026). Kemunculan buaya itu menjadi tontonan wisatawan yang tengah berlayar menggunakan kapal wisata di perairan TN Komodo.

Hengki mengatakan buaya yang teramati itu diduga merupakan buaya muara (crocodylus porosus), salah satu satwa liar yang secara alami terdapat di wilayah NTT. Sebaran buaya muara, jelas dia, umumnya terkonsentrasi di wilayah pesisir, muara sungai, dan ekosistem mangrove. Misalkan di sekitar Sungai Nanga Nae, pesisir Gorontalo (belakang Hotel Jayakarta), serta kawasan mangrove Desa Golo Sepang.

"Secara ekologis, buaya muara merupakan predator puncak semi-akuatik yang memiliki kemampuan berenang dalam jarak jauh dan dapat berpindah antarpulau mengikuti dinamika habitat, ketersediaan pakan, maupun perilaku alaminya," kata Hengki.

Hengki mengatakan spesies ini juga diketahui memiliki kemampuan melakukan migrasi lintas perairan. Termasuk dari wilayah Australia menuju kawasan Nusa Tenggara.

"Kemunculan individu di sekitar Strawberry Rock dan Pulau Kalong diduga merupakan bagian dari pergerakan alami satwa di luar habitat utamanya," ujar Hengki.

Dia meminta masyarakat dan pelaku wisata untuk meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di sekitar lokasi penemuan buaya tersebut.

"Menghindari berenang atau melakukan aktivitas air di area tersebut, serta segera melaporkan apabila kembali melihat keberadaan buaya kepada petugas Balai Taman Nasional Komodo atau pihak berwenang," pungkasnya.



(nor/nor)










Hide Ads