detikBali

Populasi Harimau Sumatera Tersisa 600 Ekor, 3 Anak Lahir di Yunani

Terpopuler Koleksi Pilihan

Populasi Harimau Sumatera Tersisa 600 Ekor, 3 Anak Lahir di Yunani


Devita Savitri - detikBali

Tiga harimau Sumatera lahir di kebun binatang Yunani.
Tiga harimau Sumatera lahir di kebun binatang Yunani. Foto: Instgaram/Atticazoo
Denpasar -

Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi satwa. Tiga anak harimau Sumatera lahir di Attica Zoological Park, Spata, Yunani, pada awal Juli 2026. Kelahiran ketiganya baru diumumkan kepada publik sekitar dua bulan kemudian.

Dilansir detikEdu, kabar tersebut disampaikan Attica Zoo melalui akun Instagram resminya dan kemudian turut dibagikan melalui media sosial pemerintah Indonesia. Tiga anak harimau tersebut terdiri atas dua jantan dan satu betina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat gembira mengumumkan kelahiran tiga anak harimau Sumatera, dua jantan dan satu betina," tutur Aticca Zoo dikutip, Sabtu (12/9/2026).

Bakal Diberi Nama dari Tokoh-Tokoh "The Odyssey"

ADVERTISEMENT

Kepala penjaga Kebun Binatang Attica, Theodoros Babilis menyebut kebun binatang di Eropa dan tempat lainnya memang tengah memelihara populasi hewan-hewan yang terancam punah. Terutama harimau Sumatera yang disebutnya sebagai populasi yang paling terancam punah.

"Harimau Sumatera adalah salah satu spesies harimau yang paling terancam punah di dunia, dan di antara kucing-kucing besar pada umumnya," sebut Babilis dilansir dari ABC News.

Ketiga anak harimau Sumatera baru ini lahir pada awal Juli dari pasangan harimau Toba (ibu) dan Argos (Ayah). Namun, Argos telah mati karena penyakit kanker.

Setelah 2 bulan tumbuh, anak-anak Toba telah memiliki cakar dan gigi yang tajam. Babilis menyebut terkadang ketiganya sulit ditangani.

Bayi-bayi ini akan diberi nama dari tokoh-tokoh buku The Odyssey karya Homer yang beberapa waktu lalu diangkat ke layar lebar oleh Christoper Nolan.

Jalani Vaksinasi Pertama

Setelah dua bulan, Attica Zoo menegaskan anak-anak Toba telah tumbuh dengan baik. Mereka sudah makan daging dan perlahan-lahan bisa makan mandiri dan tetap terpantau serta dekat dengan ibu mereka.

Ketiga anak Toba itu akhirnya menjalani vaksin pertama pada 8 September 2026 lalu. Tak hanya vaksin, mereka juga menerima microchip yang tercatat dalam basis data bersama.

Proses vaksin dilakukan oleh dokter hewan khusus kebun binatang dan satwa liar, Dr Arsenoi Psaroudaki. Ketika sampai di klinik, ketiga anak harimau itu disebut gelisah.

"Harimau-harimau itu tidak suka dipegang. Mereka sangat liar," ungkap Psaroudaki.

Vaksin yang diterima ketiganya sama seperti vaksin yang diberikan kepada kucing. Tujuannya agar harimau terlindungi dari tiga penyakit.

"Sungguh suatu kehormatan bisa bekerja dengan spesies harimau terlangka di dunia," kata Psaroudaki lagi.

Tersisa 600 Spesies

Harimau Sumatera pada dasarnya adalah predator puncak. Ancaman utama kehadirannya adalah perburuan liar untuk mengambil kulit, tulang, dan taringnya.

Status harimau Sumatera yang terancam punah menurut laman Fauna dan Flora juga berkaitan erat dengan hilangnya habitat akibat perluasan perkebunan kelapa sawit, kopi, dan akasia. Akibatnya, mereka juga kehilangan mangsa untuk bertahan hidup.

Pemerintah Indonesia memperkirakan saat ini harimau Sumatera tersisa tidak lebih dari 600 ekor di alam liar. Mereka berkamuflase di hutan-hutan lebat wilayah Sumatera.

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) mengklasifikasikan harimau Sumatera masuk ke dalam daftar merah spesies paling terancam punah (critically endangered). Untuk itu berbagai upaya konservasi dilakukan, termasuk kehadiran di kebun binatang global untuk membangun populasi cadangan.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads