detikBali

Pendaki Nekat Naik ke Puncak Ile Lewotolok saat Erupsi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pendaki Nekat Naik ke Puncak Ile Lewotolok saat Erupsi


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Ile Lewotolok meletus malam ini sekitar pukul 18:24 Wita dengan tinggi kolom abu 600 meter di atas puncak, Jumat (11/9/2026).
Gunung Ile Lewotolok meletus malam ini sekitar pukul 18:24 Wita dengan tinggi kolom abu 600 meter di atas puncak, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. PVMBG)
Lembata -

Pendaki nekat naik ke puncak Gunung Ile Lewotolok, Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat gunung sedang erupsi malam ini. Cahaya senter para pendaki bahkan masih terpantau petugas di tengah erupsi yang mengeluarkan lava sejauh 500 meter dari bibir kawah, Jumat (11/9/2026).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Syawal, mengatakan cahaya senter para pendaki terpantau di lereng mendekati puncak gunung api tersebut. Padahal, Gunung Ile Lewotolok sedang meletus.

"Terpantau cahaya senter para pendaki di res area," ujarnya singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara visual, kata Syawal, malam ini Gunung Ile Lewotolok teramati aliran lava baru ke arah tenggara sejauh 500 meter dari bibir kawah. Selain itu, terlihat lontaran material pijar ke arah barat daya 100 meter dan barat 200 meter dari pusat erupsi.

ADVERTISEMENT

Petugas Pos PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, mengatakan Gunung Ile Lewotolok meletus malam ini sekitar pukul 18.24 Wita dengan tinggi kolom abu 600 meter di atas puncak.

"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi kurang lebih 43 detik. Teramati aliran lava ke sektor tenggara mencapai 500 meter dari bibir kawah," ujar Stanislaus dalam keterangannya malam ini.

Stanislaus mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dan 3 km sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," terang Stanislaus.

Stanislaus berharap masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok tetap menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya.

"Serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," tandasnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads