detikBali

Gol Pertama Bali United Rontokkan Mental Isenmulang FC

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gol Pertama Bali United Rontokkan Mental Isenmulang FC


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya (tengah) didampingi Makan Konate usai laga melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (12/9/2026). Dok. Krisna Pradipta
Foto: Pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya (tengah) didampingi Makan Konate usai laga melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (12/9/2026). Dok. Krisna Pradipta
Denpasar -

Isenmulang FC sebenarnya tampil menjanjikan pada 30 menit awal saat menghadapi Bali United di Stadion Dipta, Sabtu (12/9/2026). Namun, gol pembuka Bali United oleh Thijmen Goppel justru menjadi titik balik yang menghancurkan kepercayaan diri tim asal Palangkaraya tersebut.

Pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya seusai laga mengakui timnya mampu menguasai pertandingan hingga menit ke-30. Bahkan, sejumlah peluang berhasil diciptakan. Namun, situasi berubah setelah Bali United mencetak gol pertama melalui situasi bola mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya laga sangat menarik. Sampai menit 30 kami kuasai pertandingan. Sayang gol terjadi sama seperti saat lawan Arema. Itu merusak kepercayaan diri pemain," ujar Mundari usai laga.

Menurut Mundari, gol tersebut membuat para pemain Isenmulang kehilangan kendali atas permainan. Organisasi pertahanan mulai longgar dan pemain Bali United mendapat terlalu banyak ruang untuk menguasai bola di area depan.

ADVERTISEMENT

"Gol corner kick merontokkan kepercayaan diri kami. Setelah itu kami kehilangan apa yang ingin kami lakukan. Saat bertahan, terlalu membiarkan pemain Bali United menguasai di depan," katanya.

Kondisi tersebut semakin berat karena Isenmulang datang ke kasta tertinggi liga dengan modal pengalaman yang relatif minim. Mayoritas pemain merupakan bagian dari skuad yang membawa Isenmulang (saat masih bernama Adhyaksa FC) promosi ke Super League.

Mundari menilai timnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ia tetap memberikan kepercayaan kepada para pemain sembari meminta mereka segera menemukan ritme permainan.

Mundari juga menyebut kondisi Isenmulang yang mengawali kompetisi dengan minus dua poin turut memengaruhi psikologis pemain. Tekanan tersebut membuat tim harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan kepercayaan diri.

"Poin minus dua cukup memengaruhi psikologis pemain. Tim ini sejatinya punya kualitas, tapi sayang gagal mencetak gol dan mental sudah terlanjur runtuh," bebernya.

Meski demikian, Mundari tak ingin menjadikan kekalahan sebagai alasan untuk kehilangan kepercayaan terhadap skuadnya. Ia menilai gambaran kekuatan tim secara utuh baru akan terlihat setelah melewati beberapa pertandingan.

"Di lima pertandingan awal biasanya baru terlihat bagaimana bentuk tim secara utuh," tandasnya.

Sementara itu, pemain Isenmulang FC, Makan Konate, mengakui ia kecewa dengan hasil pertandingan. Namun, pemain berpengalaman di Liga Indonesia tersebut menegaskan Isenmulang belum menyerah dan masih memiliki kesempatan untuk bangkit.

"Kami kecewa dengan hasil. Tapi kami yakin bisa bangkit karena baru dua laga. Step by step, harus fokus dan kerja keras agar bisa meraih kemenangan," pungkas Konate.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads