Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat memprihatinkan. Bangunan yang didominasi bahan dari bambu itu bisa dibilang nyaris roboh. Namun, sekolah itu justru mendapat bantuan televisi pintar dengan layar sentuh. Padahal, listrik pun belum masuk ke desa itu.
Hal itu diunggah oleh Alwi Johan di akun tiktok @alwijo. Alwi yang datang langsung ke sekolah itu menyebut dirinya seorang sosiotraveler yang berkelana untuk menyuarakan permasalahan yang ada di Indonesia.
Alwi bercerita ruang-ruang kelas sekolah itu berdinding bambu dan berlantai tanah. Di sudut-sudut dinding bambu itu sudah berlubang. Sejak berdiri tahun 2008, bangunan reyot itu tak pernah direnovasi.
Selain menyoroti bangunan sekolah yang disebutnya hampir roboh itu, Alwi juga menyoroti solusi pemerintah terhadap kondisi sekolah tersebut. Dia geram, pemerintah bukannya memperbaiki bangunan reyot itu tapi malah menyediakan smart TV layar sentuh berukuran besar.
"Kebayang nggak di sekolah yang hampir roboh pemerintah kita malah menyediakan TV layar sentuh," ujar Alwi dalam unggahannya.
Persoalannya tak sampai di situ. TV layar sentuh itu tak bisa digunakan karena belum tersedia layanan listrik di desa tersebut. Pihak sekolah pernah mencoba menggunakan generator diesel tapi TV tersebut tak bisa hidup karena membutuhkan daya besar.
TV layar sentuh yang terdapat tulisan "Merah Putih" di bagian bawahnya itu kini dibuarkan tak berfunsi di ruang guru yang reyot tersebut.
"Bangunan sekolah ini sangat menyedihkan. Dindingnya terbuat dari bambu. Lantainya dari tanah dan lihat dindingnya sudah berlubang di segala sudut. Sejak berdiri di tahun 2008 SD ini nggak pernah direnovasi sama sekali," kata Alwi.
Menurutnya, siapa pun seharusnya tahu bahwa solusi untuk sekolah itu adalah memperbaiki bangunannya, bukan mengirimkan perangkat canggih.
"Ya listrik belum ada tapi TV sebesar ini sudah ada terparkir dengan manis di ruang guru," sentil Alwi.
Salah satu guru SDN Mboeng, Selviana Lantuk, membenarkan cerita Alwi tentang kondisi bangunan sekolah tersebut. "Ya itu nyata," ujar Selviana, Senin (7/9/2026) malam.
Selviana juga membenarkan bantuan TV layar sentuh di SDN Mboeng tak bisa digunakan karena tak ada listrik. Para guru sempat mencoba menyalakan televisi itu menggunakan generator, tapi tidak bisa karena membutuhkan daya lebih besar.
"Aduh, ya benar. Kami selama ini pakai generator, cuma karena ya itu sudah daya tidak bisa apa (tidak kuat), ya ( TV layar sentuh tidak bisa digunakan)," jelas Selviana.
Simak Video "Video: H+7 Pascagempa NTT, Pesawat CN-295 Polri Bawa Bantuan Logistik"
(hsa/hsa)