Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meninjau SDK Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekolah Katolik yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngada itu mengalami kerusakan parah akibat gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8).
"Tadi saya bersama-sama dengan anak semuanya memberikan semangat secara psikologis agar mereka tetap gembira dan ceria setelah musibah gempa bumi," ujar Abdul, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain trauma healing, Abdul juga menyumbang 9.000 buku cerita untuk sekolah tersebut. Hanya saja, baru 100 buku yang diserahkan secara simbolis dalam kunjungannya itu. Ada pula sumbangan 400 buku pelajaran, 1.000 kaus, 1.650 bingkisan, dan makanan ringan.
"Kami juga membangun 20 tenda untuk ruang kelas darurat yang saat ini sudah di Pelabuhan Ende dan sedang dalam proses perjalanan untuk didistribusikan," jelas Abdul.
Menurut Abdul, Kemdikdasmen juga mendatangkan tim dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) yang bertugas memberikan trauma healing untuk anak-anak terdampak gempa bumi di Nagekeo, NTT. Ia menegaskan bantuan revitalisasi akan diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang terdampak dengan mekanisme verifikasi lapangan.
"Kami akan memprioritaskan untuk bisa mendapat revitalisasi tahun anggaran 2026, baik yang sudah maupun belum mendapat revitalisasi dari pemerintah pusat," imbuhnya.
Sebagai informasi, sebanyak sembilan ruangan belajar di SDK Rowa rusak parah dan tembok jebol akibat gempa dahsyat yang mengguncang NTT. Hingga saat ini, puing-puing tembok berserakan di lantai sekolah yang berdiri sejak 1946 itu.