detikBali

Siswa SDN Tando Belajar Bawah Pohon: Lapor Pemkab-Kemen PUPR Tak Digubris

Terpopuler Koleksi Pilihan

Siswa SDN Tando Belajar Bawah Pohon: Lapor Pemkab-Kemen PUPR Tak Digubris


Ambrosius Ardin - detikBali

Siswa SDN Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, NTT, mengikuti KBM di bawah pohon. (Tangkapan layar)
Foto: Siswa SDN Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, NTT, mengikuti KBM di bawah pohon. (Tangkapan layar)
Manggarai -

Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah pohon ternyata telah berlangsung selama delapan tahun. Pihak sekolah sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut.

"Kalau bilang berkali-kali juga tidak, karena tidak ada jawaban. Kami buat laporan bulanan minta itu perbaikan tapi tidak (ada tindak lanjut)," ungkap Kepala SDN Tando, Fransiskus Jenala, Sabtu (11/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fransiskus mengatakan Kementerian PUPR pernah mau membantu pembangunan ruang kelas tambahan SDN Tando pada 2020. Namun rencana itu tak kunjung terwujud. Padahal pihak sekolah sudah menyerahkan dokumen persyaratan yang diperlukan.

"Tahun 2020 sebenarnya kami dapat bantuan dari PUPR pusat, tidak lolos lagi seleksi atau bagaimana," ujar Fransiskus.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Yohanes Hani, belum memberikan tanggapan. Ia menyatakan akan memberikan penjelasan pada kesempatan berikutnya.

"Besok saya sampaikan," ujar Yohanes.

Diberitakan sebelumnya, siswa melaksanakan KBM di bawah pohon sudah berlangsung sejak sekitar delapan tahun lalu. Kini siswa kelas 2 dan 3 yang bergantian melaksanakan KBM di bawah pohon.

"Sudah lama, sejak 2018," ungkap Fransiskus, Sabtu (11/4/2026).

Kelas 2 sekolah tersebut memiliki 15 murid, dan terdapat 10 murid untuk kelas 3. Video yang viral di media sosial itu adalah KBM kelas 3.

Fransiskus menjelaskan gedung SDN Tando memiliki tiga ruang permanen yang dibangun pada 2018, dan satu ruang nonpermanen. Ruang kelas nonpermanen ini dibangun secara swadaya oleh orang tua murid pada 2016.

Kondisi ruang kelas nonpermanen itu memprihatinkan. Berukuran 5x6 meter, ruangan kelas itu berlantai tanah. Dinding dan atapnya menggunakan seng.

Ruang kelas reyot itu digunakan oleh siswa kelas 2 dan 3. Tak ada sekat pembatasnya. Jika musim hujan, KBM siswa kelas 2 dan 3 dilakukan bersamaan dalam ruang kelas sempit tersebut. Tempat duduk siswa kelas 2 dan 3 hanya dipisahkan lorong.

Saat cuaca cerah seperti saat ini, siswa salah satu kelas yang menempati ruang nonpermanen itu melaksanakan KBM di bawah pohon. Itu dilakukan bergantian oleh kelas 2 dan 3. Kebijakan itu dibuat agar KBM siswa dua kelas dalam satu ruangan tanpa sekat itu tidak saling terganggu.

"Yang di bawah pohon itu siswa dari satu ruangan yang dibangun swadaya orang tua, itu kami gunakan untuk kelas 2 dan 3. Yang kemarin viral itu anak kelas 3 karena yang di dalam ruangan diisi anak kelas 2," terang Fransiskus.

"Kalau KBM kelas 3 (di dalam kelas), kelas 2 di luar (KBM di bawah pohon). Kalau KBM kelas 2 di dalam maka kelas 3 di luar," lanjut dia.

Saat musim hujan, kata dia, siswa dua kelas itu melaksanakan KBM dalam kelas yang sama. Agar tak saling menggangu, satu kelas melaksanakan KBM, kelas lainnya mengerjakan tugas.

"Kalau musim hujan kami bawa dalam kelas, kasi tugas yang lain. Kelas 2 misal yang KBM maka kelas 3 kasi tugas. Ada lorong pembatas kelas 2 dan 3, tidak ada sekat," jels Fransiskus.

Terdapat 173 siswa di SDN Tando. Meraka siswa kelas 1 hingga kelas 6. Tenaga pengajar sebanyak delapan orang.

Tiga gedung permanen SDN Tando digunakan untuk ruang Kepala Sekolah, guru dan siswa. Tiap ruangan disekat menjadi dua ruang. Satu ruangan disekat untuk ruang kepala sekolah dan guru. Satu ruangan disekat untuk ruang kelas siswa kelas 4 dan 5. Satu ruangan lagi disekat untuk siswa kelas lainnya.




(nor/nor)










Hide Ads