Sebanyak 2.469 warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu. ISPA menjadi masalah kesehatan terbanyak dari 10 teratas diagnosis seluruh pasien pascagempa di daerah tersebut.
"ISPA merupakan diagnosis terbanyak dengan 2.469 kasus atau 19 persen," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Theresia P Asmon dalam keterangannya, Jumat (4/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ney itu menjelaskan ISPA menyerang balita hingga warga lanjut usia (lansia). Menurutnya, ISPA lebih banyak dialami oleh kelompok usia balita dan anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pola masalah kesehatan berubah menurut usia. ISPA dominan pada balita dan anak. Pola dewasa lebih beragam, sedangkan hipertensi sangat menonjol pada lansia," ujar Ney.
Ney mengatakan terdapat sebanyak 12.967 pasien dirawat pascagempa di puluhan fasilitas kesehatan di Manggarai Barat. Data itu tercatat di 26 Puskemas pada periode tiga pekan terakhir, yakni 15 Agustus-4 September 2026.
Berikut adalah 10 teratas masalah kesehatan pascagempa di Manggarai Barat, NTT:
- ISPA 2.469 pasien (19%)
- Hipertensi 1.930 (14,9%)
- Myalgia/nyeri otot 1.309 (10,1%)
- Nyeri punggung bawah 986 (7,6%)
- Dispepsia/lambung 614 (4,7%)
- Common cold/pilek 412 (4,7%)
- Gravida/ibu hamil 517 (4%)
- Diare 250 (1,9%)
- Diabetes melitus 225 (1,7%)
- Gastritis 194 (1, 5%)
(iws/iws)