Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, dijadwalkan mengunjungi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Bara (NTB), pada Sabtu (5/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Duta Besar Kehormatan (Goodwill Ambassador) United Nations Development Programme (UNDP).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Putri Mahkota Victoria dari Swedia akan menyambangi sejumlah lokasi di Lombok. Termasuk kawasan Gili Meno hingga Desa Adat Bayan di Lombok Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menyambut hangat rencana kunjungan ini dan menilainya sebagai bentuk penghormatan luar biasa. Ini kesempatan kami mengenalkan NTB ke dunia," kata Iqbal di sela-sela menghadiri rapat paripurna di DPRD NTB, Jumat (4/9/2026).
Iqbal mengatakan Putri Mahkota Victoria bakal menjalankan tiga misi utama. Termasuk meningkatkan kesadaran publik terhadap tantangan global, menggalang dukungan pembangunan, serta menyaksikan langsung pengalaman dan aspirasi masyarakat di tingkat lokal.
Bagi Iqbal, kehadiran putri sulung sekaligus ahli waris tahta Raja Carl XVI Gustaf itu menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki TNB. Termasuk mempromosikan pariwisata Lombok kepada dunia internasional.
"Putri Mahkota Victoria akan melihat secara dekat bagaimana agenda pembangunan berkelanjutan diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan," ujar Iqbal.
Menurut Iqbal, kunjungan Victoria ke kawasan Gili Meno akan melihat langsung pengembangan ekonomi biru, perlindungan ekosistem pesisir, serta program asuransi terumbu karang. Hal itu sebagai sinergi pengelolaan pariwisata bahari dan pelestarian lingkungan laut.
Sementara itu, kunjungan ke Desa Adat Bayan memberi kesempatan bagi Putri Mahkota Swedia untuk menyaksikan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam. Masyarakat Bayan dikenal memiliki tradisi kuat dalam merawat hutan, melestarikan sumber daya air, menjaga ketahanan pangan, hingga memperjuangkan identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Iqbal menjelaskan dipilihnya Lombok sebagai lokasi kunjungan merupakan wujud kemitraan jangka panjang antara UNDP, Pemerintah Provinsi NTB, dan masyarakat setempat.
"Sinergi ini telah melahirkan berbagai program strategis, seperti pemulihan pascabencana gempa bumi melalui program PETRA, penguatan rantai pasok kesehatan lewat SMILE, pendampingan UMKM melalui ASSIST Joint SDG Fund, hingga perlindungan kawasan pesisir," pungkas Iqbal.