detikBali

Geger Warga Lombok Barat Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Geger Warga Lombok Barat Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya


M Zahiruddin - detikBali

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Lombok Barat -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pria berinisial IMS (51) ditemukan tergantung di belakang rumahnya di Lingkungan Babakan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). IMS diduga mengakhiri hidup lantaran tertekan akibat terjerat masalah utang piutang.

Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, mengungkapkan peristiwa itu pertama kali diketahui istri IMS berinisial NS (49) saat hendak ke dapur sekitar pukul 05.45 Wita pada Selasa (28/7/2026). NS sempat berteriak meminta tolong setelah mendapati IMS tergantung di rumah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah melakukan cek dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta hasil pemeriksaan medis awal dari pihak rumah sakit," ungkap Dewi, Selasa.

ADVERTISEMENT

Dewi menuturkan IMS sempat dievakuasi menggunakan mobil pribadi ke RSUD Tripat Gerung. Namun, tim medis menyatakan IMS telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan bekas jeratan pada leher IMS. Selain itu, tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul ataupun indikasi perlawanan.

Polisi menduga IMS mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan utang piutang. Saksi dan keterangan keluarga juga menyebut IMS kerap mengeluhkan kesulitan keuangan yang dihadapinya.

"Selain dari keterangan keluarga, kami juga menemukan bukti elektronik berupa percakapan pesan singkat yang memperkuat adanya masalah ekonomi yang dihadapi korban," ungkap Dewi.

Polisi sempat menawarkan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian pria itu. Namun, Dewi berujar, keluarga menolak dan menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.



(iws/iws)











Hide Ads
LIVE