Kepulan asap masih terlihat dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, setelah lima hari terbakar. Meski begitu, petugas masih melakukan penyemprotan dan pengurukan untuk mendinginkan timbunan sampah dan menekan kemunculan asap.
Kepala UPTD TPA Mandung, I Wayan Atmaja, mengatakan asap masih cukup tebal keluar dari bagian bawah tumpukan sampah akibat panas yang belum sepenuhnya mencapai lapisan dalam timbunan.
"Api sudah tidak ada. Sekarang tinggal asap dari bekas-bekas kebakaran yang keluar dari tumpukan sampah," ujar Atmaja, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, proses pendinginan masih dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore. Sementara penyemprotan dilakukan untuk menurunkan suhu pada timbunan sampah, meski air yang disiram belum mampu menjangkau bagian terdalam tumpukan.
Untuk mendukung penanganan, petugas menggunakan mobil tangki berkapasitas 3.000 liter.
"Air terlebih dahulu ditempatkan di bak penampungan sebelum dibawa ke titik di bagian atas timbunan. Petugas juga membuat lubang penampungan air di bagian atas untuk membantu proses penyiraman dan pendinginan," bebernya.
Selain penyiraman, pengurukan terus dilakukan pada area bekas munculnya api. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi masuknya oksigen ke dalam timbunan sekaligus menekan kembali munculnya titik api.
Atmaja menegaskan penanganan saat ini lebih difokuskan untuk mengurangi kepulan asap dan memastikan aktivitas rutin di TPA tetap berjalan. "Fokus kami sekarang mengurangi kemunculan asap. Di sisi lain, tugas harian tetap berjalan, seperti pengomposan dan pengolahan tinja," jelasnya.
Sebelumnya, kemarau panjang memicu ledakan gas metan di sisi selatan TPA Mandung. Kondisi tersebut menimbulkan titik api dan kepulan asap dari timbunan sampah. Panas yang terperangkap di dalam tumpukan sampah diduga menjadi salah satu pemicu munculnya api.
Setelah titik api muncul, petugas meningkatkan penyiraman dan pengurukan untuk mencegah api kembali menyala maupun meluas ke bagian timbunan lainnya.