Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus lagi pagi ini, Kamis (27/8/2026). Letusan yang terjadi pada pukul 08.30 Wita itu terbilang lebih besar dibanding beberapa letusan sebelumnya. Tercatat, kolom abu yang dilontarkan seiring letusan itu memiliki ketinggian 2,5 kilometer.
Bahkan, getaran seperti gempa terasa di Kota Larantuka, ibu kota Flores Timur. Hujan abu tipis juga turun ke permukiman warga. Sejumlah warga yang keluar rumah saat letusan terjadi sempat mengira ada gempa.
"Abu tipis, kami shock, menggelegar," kata Kepala Desa Pululera, Paulus Sony, kepada detikBali, Kamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dua Gunung di NTT Meletus Nyaris Bersamaan |
Sejumlah warga mendengar dentuman keras hingga atap rumah berderit. "Kami kira gempa padahal gunung meletus, seng-seng bergetar dan suara seperti ledakan," ujar Herlina Bone, warga Kelurahan Sarotari.
Pantauan detikBali di Pasar Inpres Larantuka, warga tetap beraktivitas seperti biasa. Gunung Lewotobi Laki-laki yang biasanya terlihat jelas dari Pasar Inpres Larantuka, kini kabur karena terhalang kabut.
Suasana sekitar Pasar Inpres Larantuka, Kamis (27/8/2026). (Foto: Yurgo Purab/detikBali) |
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra mengatakan Gunung Lewotobi Laki-laki meletus dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.500 m di atas puncak (± 4.084 m di atas permukaan laut).
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi ± 2 menit 5 detik," ujar Bramantya dalam keterangan resmi, Kamis.
Bramantya mengatakan, gunung berstatus level III siaga ini mengalami erupsi disertai dentuman. Dia meminta masyarakat di sekitar gunung tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi.
"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki harap mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote," imbuhnya.
Bramantya berharap masyarakat memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.
"Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung," tandasnya.
