Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur pada Jumat (7/8/2026). Erupsi tersebut berdampak pada pembatalan enam penerbangan.
"Hari ini 7 Agustus 2026, operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara sampai besok (Sabtu) pukul 06.00 Wita, terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki," kata Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Parthaian Pandjaitan, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam penerbangan yang terdampak terdiri atas rute Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, Maumere-Labuan Bajo, dan Labuan Bajo-Maumere yang dilayani Wings Air. Selain itu, penerbangan Nam Air rute Kupang-Maumere dan Maumere-Labuan Bajo juga dibatalkan.
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi beberapa kali pada Jumat pagi. Erupsi terakhir terjadi pada pukul 09.22 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.184 meter di atas permukaan laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29, 6 milimeter dan durasi kurang lebih 2 menit 13 detik," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep Mboro dalam keterangan resmi, Jumat.
Herman mengimbau masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote," imbuhnya.
Selain itu, warga yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.