detikBali

Dua Gunung di NTT Meletus Nyaris Bersamaan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dua Gunung di NTT Meletus Nyaris Bersamaan


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Ile Lewotolok meletus, Jumat (7/8/2026).
Foto: Gunung Ile Lewotolok meletus, Jumat (7/8/2026). (Dok. PVMBG)
Flores Timur -

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus nyaris bersamaan siang tadi, Jumat (7/8/2026). Letusan dua gunung berapi di dua kabupaten bertetangga itu hanya berjarak dua menit.

Gunung Ile Lewotobi Laki-laki meletus terlebih dahulu disusul dua menit kemudian Gunung Ile Lewotolok. Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere mengatakan gunung berstatus level III (Siaga) itu meletus pada pukul 14.18 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat meletus, lanjut Emanuel, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi ± 2 menit 11 detik," ujar Emanuel dalam keterangan resmi yang diterima detikBali, Jumat.

ADVERTISEMENT

Sementara, Gunung Ile Lewotolok meletus pada pukul 14.20 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.923 meter di atas permukaan laut.

Saat meletus, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 52 detik, " kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, Jumat.

Yeremias mengatakan, Gunung Ile Lewotolok saat ini berstatus level II Waspada. Untuk itu, terang Yeremias, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, hingga wisatawan diharapkan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," tandasnya.



(hsa/nor)









Hide Ads