detikBali

Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 103 Orang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 103 Orang


Wildan Noviansah - detikBali

Sejumlah warga terdampak gempa bumi mengungsi di tenda yang didirikan di dekat rumah mereka di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Sebagian warga Pulau Palue yang berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 2030 kilometer dari pusat gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (16/8) memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah untuk menjaga harta benda dan hewan ternak.ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom.
Foto: ANTARA FOTO/MEGA TOKAN
Jakarta -

Korban meninggal akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (25/8/2026), sebanyak 103 orang meninggal dunia.

"Saat ini pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (25/8/2026).

Berton memerinci korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah. Rinciannya, Manggarai 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya korban meninggal, jumlah korban luka-luka juga bertambah. BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami mendapat tambahan angka sebanyak 63 orang yang luka-luka sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang," ujarnya.

Gempa tersebut juga menyebabkan lebih dari 185 ribu orang mengungsi. BNPB mencatat total 185.131 orang masih berada di pengungsian, baik secara mandiri maupun di tempat pengungsian terpusat.

"Hingga hari ini kami mencatat 185.131 orang yang mengungsi, baik itu pengungsi yang mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat, sehingga tercatat hari ini kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804," imbuhnya.

Berton mengatakan jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah karena gempa susulan masih dirasakan di NTT.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa susulan telah terjadi sebanyak 7.029 kali sejak gempa utama M 7,7. Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2.

"Saat ini gempa susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali, magnitudo terbesar 6,2 yang terkecil 1,1 dan hari ini dapat dirasakan 141 kali gempa. Pola ini akan terus berlangsung sampai 4-3 minggu setelah gempa utama terjadi," kata dia.

Gempa susulan yang terus terjadi turut memicu kepanikan dan membuat warga memilih mengungsi.

"Hingga saat ini kami tetap mendapatkan tambahan pengungsi, memang dapat dipahami ketika gempa yang selalu hadir, gempa susulan ini menimbulkan kepanikan maupun traumatik yang mendalam untuk warga yang mengalami kegempaan tersebut," sambungnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads